• News

  • Peristiwa

Ketua RT Pecahkan Solusi Internet Mahal di Kampungnya

Selama pandemi Covid-19 pemerintah berlakukan belajar secara online.
Jabarnews
Selama pandemi Covid-19 pemerintah berlakukan belajar secara online.

PURWAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang ketua RT yang enggan ditulis nama legkip dan daerah asalnya mencarikan solusi tepat bagi mahalnya biaya kuota internet untuk siswa belajar dari rumah.

Di laman media sosialnya, ia hanya mau menyebutkan, tempat tinggalnya di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Ia kebetulan ketua RT di daerahnya dan berinisiatif memasang Indihome untuk akses internet anak-anak sekolah di lingkungan rumanya, caranya:

1. Satu rumah tidak dihitung berapa jumlah anak yg sekolah..tapi dihitung per KK wajib menabung 1000 rupiah per hari..disimpan di toples dinding depan rumah yang diambil setiap akhir bulan oleh karang taruna, jadi dalam 1 bulan setiap rumah mengumpulkan 30 ribu rupiah nah ini dikumpulkan dari 55 kk

2. Dari 1,6 juta yg terkumpul Rp600  untuk membayar akses internet  50 mbps, sisa Rp1 juta dipergunakan untuk membeli kertas beberapa RIM, membeli tinta printer, sehingga kalau ada tugas yang mesti di print ya tinggal di print saja, tidak perlu ke warnet atau ke rental komputer..untuk membayar uang transport guru-guru yang mau datang mengajar di kampung tersebut.

3. Di balai RT pun di sediakan komputer hasil sumbangan orang mampu dikampung, anak-anak yngg tidak punya handphone dipinjamkan hp dari anak karang taruna yangg mengurusi kegiatan belajar bersama dikampung tersebut. Anak-anam muda lulusan SMA/SMK/D3 yang masih menganggur dan mau membimbing dikasih kerjaan membimbing adik-adiknya di kampung dan dibayar sehari Rp20.00 dari uang kas RT.

“Solusi di kampung saya ya seperti itu, cukup menabung sehari 1000 rupiah per rumah. Orang tua yang kerja ya silahkan kerja yang usaha silahkan usaha."

Selain itu, ia juga mengumpulkan uang buat beli proyektor kecil, dengan tujuannya biar membuka akses Ruang Guru, lebih besar tangkapan layarnya. Dengan begitu anak-anak bisa fokus ke layar besar tampa harus membuka handphone karena tidak semua anak punya hp.

“Kalau ada anak yang dari luar kampung kami mau ikut belajar dikarenakan tidak mempunyai hp ya kami persilahkan dengan catatan di periksa dulu setiap hari kesehatan nya..ikutin aturan di kampung kami. Dibalai RT disediakan meja ke meja diatur jaraknya, yang mengatur sesuai prosedur kesehatan/sosial distancing."

“Cuma 1000 rupiah perhari, sangat bermanfat dan  kalian yang di kota masa hal seperti itu saja kalian tidak mampu? Setelah proses belajar online selesai,  WIFI dimatikan, karena ini hanya akses buat belajar saja bukan untuk dipergunakan untuk membuka akses youtube atau buat akses maen games, tiap hari pasword diganti, biar tidak dipakai sembarangan oleh anak anak yg tidak sekolah,” tandas ketua RT yang enggan disebut namanya ini.

Editor : Sulha Handayani