• News

  • Peristiwa

Anda Sehat, Ternyata Positif COVID-19, Mungkin Anda Melakukan Ini

New Normal, jangan pernah tinggalkan masker
Jakarta Review
New Normal, jangan pernah tinggalkan masker

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kenapa haruspakai masker? Begitu pertanyaan yang sering terlontar oleh anak-anak kita. Bahkan orang tua sekalipun selalu bertanya-tanya mengenai kewajiban menggunakan masker selama pandemi covid-19 ini.

Bahkan, lalai menggunakan masker Anda bisa dikenakan sanksi uang hingga pidana kurungan penjara.

Seorang dokter gigi Irene Adyatmaka menjelaskan batuk satu kali orang batuk mengeluarkan 3,000 droplet besar. Droplet akan terlontar dengan kecepatan 80 km/ jam

Anda bersin, satu kali bersin mengeluarkan 30,000 droplet yang ukuran lebih kecil dan beterbangan hingga 320 km/ jam. Droplet dalam satu kali batuk dan bersin mengandung 200,000,000 partikel virus.

Menurut Irene, orang tanpa gejala/OTG tidak menunjukkan batuk/ bersin.  Saat dia bernafas satu kali nafas mengeluarkan 50-5,000 droplet. Mengeluarkan 3-20 partikel virus/ menit.

“Artinya, kalau kita berada dekat OTG selama 50 menit tanpa bicara, sudah menghirup 1,000 partikel virus. (Cukup untuk tertular).

Ketika bicara, maka OTG mengeluarkan 10-200 virus / menit. Artinya kalau kita bicara dengan OTG, cukup perlu 5-10 menit saja untuk menghirup 1,000 partikel virus.

Sementara teriak atau bernyanyai lebih banyak droplet dikeluarkan dariada berbicara, karena ada tekanan.

Berikut Rawan/ risiko tinggi tertular
1. Paduan suara
2. Bekerja di ruangan ber ac dengan banyak meja meja pekerja (biasanya kantor sekarang konsepnya meja terbuka/ saling kelihatan)
3. Pengajar/ dosen
4. Dokter gigi
5. Berbincang tatap muka

Irene juga megingatkan cara menghitung risiko tertular:
Dalam ruangan/ indoor:
- faktor volume udara
- faktor jumlah orang dalam sekali waktu
- maksimal waktu yang dihabiskan disana

Misalnya, di dalam lift, ada org bersin maka risiko ketularan sangat besar krn udara sedikit, banyak org, berada cukup lama utk menghirup 1,000 partikel virus. Selain manajemen risiko terhadap pernafasan, juga penting disadari bahwa droplet virus akan jatuh ke permukaan. Dan permukaan dpt terpegang tangan. Jadi harus sering cuci tangan dan hindari memegang megang area muka.

Di udara terbuka, risiko ketularan lbh rendah krn banyak angin, sinar matahari, faktor kelembaban udara. Sehibgga gerombolan virus dlm droplet akan segera ambyar/ bubar. Dengan begitu agak sulit bagi kita untuk menarik nafas dan sekaligus menghirup 1,000 partikel virus. Laki-laki lebih tinggi resikonya (keparahan/kematian apabila) terkena covid 19 daripada wanita.

Editor : Sulha Handayani