• News

  • Peristiwa

Ferdinand Sindir Cuitan Mahfud MD terkait Djoko Tjandra, Netizen Malah Bilang Begini

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyindir Menkopolhukam Mahfud MD, soal cuitannya tentang penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra (DT).

Mahfud mengatakan Djoko Tjandra harus diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama karena tingkahnya sendiri.

"Joko Tjandra tdk hny hrs menghuni penjara 2 thn. Krn tingkahnya dia bs diberi hukuman2 baru yg jauh lbih lama. Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kpd pejabat yg melindunginya. Pejabat2 yg melindunginya pun hrs siap dipidanakan. Kita hrs kawal ini," tulis Mahfud MD, Sabtu (1/8/2020).

Ferdinand mengatakan cuitan Mantan Ketua Mahkamah konstitusi tersebut seperti cuitan aktivis Lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Bapak kan Menkopolhukam, tapi cuitan bapak berasa LSM," tulis Ferdinand Hutahaean, Sabtu (1/8/2020).

Ferdinan berharap agar Mahfud MD lebih tegas dalam menegakkan hukum kepada siapa pun.

"Saya berharap cuitan bapak adalah Info ttg PERINTAH kepada Polri utk mempidanakan Djoko Tjandra dan semua yg terlibat. Ayo pak Mahfud, jd Menkopolhukam lbh ganas lg tegakkan hukum. Juga kpd kaum intoleran yg sll bikin gaduh," ujarnya.

Cuitan Ferdinand pun direspon nitizen dengan berbagai komentar. Berikut komentar netizen yang terpantau netralnews.com, Sabtu (4/7/2020).

@Pejuang01733866: Djoko Tjandra ketangkap atau tidak, Indonesia tidak bakalan bangkrut atau di azab, Lah ini orang yg tidak bersalah sama sekali hanya karena konspirasi kriminalisasi dan keterangan palsu korban harus menjalani hukuman penjara total 11,5 tahun, DO'A YG TERZALIMI SGT BERBAHAYA BG ID 

@Rfadlis1: Sering Pak Menkopolhukam hanya memperkuat statemen dari luar, tapi bukan perintah tegas memang. Sayang

@Koriandri: Whehehe tenang Lae, akun @mohmahfudmd entuh udah ade jauh sbelum blio jadi menko enih. 

Nyang penting bukan cuitannye kan? 

Whehehe

 

Editor : Sesmawati