• News

  • Peristiwa

D100 Pertamina Bakal Serap 1 Juta Ton Sawit, Keberhasilan yang Tak Disukai Mafia Migas?

Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Budi Santoso Syarif
CNBC
Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Budi Santoso Syarif

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) sudah berhasil mengolah Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100). Uji coba produksi D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari.

Tak sedikit warganet yang menyambut gembira terhadap berita tersebut. Namun ada juga warganet yang was-was, jangan-jangan kabar baik ini tidak disenangi mafia migas sehingga membuat aksi-aksi mengguncang Indonesia.

Hal ini tercermin dalam akun FB @Wijaya Roisli. Sabtu malam (1/8/2020), ia ikut membagikan tautan dan cuitannya banyak direspon warganet lainnya.

@Wijaya Roisli: Uji coba produksi D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari.

@Fauzie Husni: Keberhasilan inilah yang sangat tidak di inginkan oleh para mafia migas. Makanya Presiden JOKOWI di DEMO terus ber-jilid2.

@Umardi Darmawi: Fauzie Husni, selalu menyalahkan orang lain...positif thingking ja Napa bozz...membela gak mesti harus menuduh yg lainnya..

@Abi Lowo: Fauzie Husni, selain mafia migas , uni eropa jelas gak terima

@Karjo Kerja: Abi Lowo, trlht dr sikapnya yg tak mau salaman n mncuekin

Sebelumnya diberitakan, Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Budi Santoso Syarif dalam Exclusive Interview CNBC Indonesia mengatakan pengembangan produksi D100 nanti juga akan dilakukan di Cilacap dan Plaju. Di Cilacap akan menjadi 3.000 barel per hari dan kemudian di akhir tahun 2022 akan menjadi 6.000 barel per hari.

Kemudian di Plaju sebesar 20.000 barel per hari. Menurutnya untuk memproduksi 20.000 barel per hari dibutuhkan 1 juta ton sawit, sehingga cukup banyak sawit yang bakal terserap.

"Sedangkan di 2023 sebanyak 20.000 barel per hari, untuk 20.000 butuh 1 juta ton sawit," ucapnya dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia, Kamis, (30/07/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan petani cukup bahagia mendengar Pertamina bisa memproduksi D100 dan menyerap 1 juta ton dengan kapasitas 20.000 barel per hari.

"Petani mendengar Petani bisa produksi D100 serap 1 juta ton, menggembirakan petani kita harapan kita harapan kita Pertamina bisa hasilkan satu kebutuhan sawit 1 juta ton jadi 2 juta tinggal mungkin ke atas komitmen pemerintah," ucapnya.

Ia berharap agar program pemerintah untuk menyerap sawit di dalam negeri terus dilanjutkan, dan tidak perlu takut dengan non-government organizations (NGO) asing. "Pesaing kita makan jelekin kita, kita punya harta karun nggak boleh ragu-ragu," paparnya.

Editor : Taat Ujianto