• News

  • Peristiwa

Diduga Ada Wahabi, AMAR Bergerak, Warganet: Rawe Rawe Rantas Malang Malang Putung

Aksi tolak radikalisme di Tulungagung
Jatimtimes
Aksi tolak radikalisme di Tulungagung

TULUNGAGUNG, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, warganet ramai menggunjingkan aksi menolak radikalisme yang digelar di Tungagung. Ribuan massa turun ke jalan terdiri dari berbagai organisasi masyarakat menggelar long march dan aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Tulungagung.

Menanggapi aksi tersebut, seorang warganet bernama Pakde Saptadi, Selasa (4/8/2020) membagikan tautan dan cuitannya ditanggapi banyak netizen.Bahkan ada warganet yang memberikan semangat dengan menyebut slogan "rawe rawe rantas malang malang putung".

@Pakde Saptadi: TULUNG AGUNG BERGERAK MENOLAK SEGALA BENTUK PAHAM RADIKALIS.... DI DUGA ADA YAYASAN WAHABI DI DAERAH TSB.... LANJUTKAN SAUDARA"KU..

@Alman Sinurat: Sikat habis jgn dipelihara

@Supri Yadi: Hajar jangan kasih kendor

@Liem Ka Tik: perlu dicontoh buat daerah lainnya

@Yana Suryana: yes se7

@Herianto Tonapa: Lnjutkan

@Irwan Hunadi: Mari kita dukung, rawe rawe rantas malang malang Putung. Usir jangan kasih tempat

@Bobby Ŕambitan: Mantap kita harus lawan mereka memangnya negara ini punya nenek moyangnya mereka hanya grombolan preman berkedok agama kalau agama ridak mengajarkan hoax fitnah caci maki dengky irihati kebencian putar balikan kenyataan dilapangan hitam dibilang putih dan sebaliknya dasar kadtuuuuuuunn

Sebelumnya diberitakan, ribuan massa yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat menggelar long march dan aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Tulungagung.

Masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme (AMAR) itu di antaranya terdiri dari Pemuda Pancasila, Pagar Nusa, GP Ansor, BANSER, LPKAN, APN, PGN, PMII, Karang Taruna, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Kopri, Gusdurian, Kahuripan, Sahabat Nusantara, RMI, LP Maarif NU, BEM IAIN, BEM STAI Diponegoro, BEM Unita, BEM STKIP, BEM STIKES, ISNU, GMP, BMPI, Porsigal, Forsis, 1000 Rebana, PBM, Tim baduak dan Klekar karpet macan.

"Tulungagung pernah menjadi sarang teroris, kita ingatkan agar jangan sampai kembali bangkit kelompok radikalisme dan terorisme," kata orator melalui pengeras suara dari atas kendaraan, Senin (03/08/2020).

Aksi juga menyoroti masalah keberadaan kelompok yang di duga wahabi yang sedang berupaya membangun yayasan di desa Tapan dan menamakan dirinya Imam Syafii.

Tujuh aspirasi yang disampaikan di antaranya,

1. Mendorong pemerintah untuk melaksanakan tugasnya sesuai amanat perundang-undangan.

2. Tegakkan supremasi hukum.

3. Mendorong pemerintah untuk menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme.

4. Kembalikan ketentraman Kabupaten Tulungagung.

5. Tarik pasukan dari Desa Tapan/Yayasan Imam Syafii.

6. Bubarkan Kombatpol.

7. Tuntaskan proses hukum Yayasan Imam Syafii desa Tapan.

Kemudian mantan ketua PC GP Ansor Tulungagung, Syahrul Munir meminta kepada segenap peserta untuk merapatkan diri sebagai bentuk kekompakan sekitar 50 elemen masyarakat yang turut aksi.
Kumandang selawat dan lagu Yalal Wathon dengan kompak dinyanyikan dengan meneriakkan yel-yel ganyang radikalisme dan terorisme.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Supriyanto yang berada di lokasi mengatakan jika petugas keamanan yang diturunkan mencapai 900 personel.

"Dari internal Polres, Polsek dan Polres penyangga masing-masing 100 personel," kata Supriyanto dilansir Jatimtimes.com.

Polres penyangga yang dimaksud adalah Polres Trenggalek, Kediri dan Blitar.

Editor : Taat Ujianto