• News

  • Peristiwa

Duh, Aqwam Sebut Anjing Lebih Berguna dari Menkes, Warganet Malah Menanti Video Meweknya

Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Widyawati
Twitter
Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Widyawati

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media ramai gunjingkan tanggapan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait cuitan seorang warganet yang jelas-jelas mengandung unsur ujaran kebencian dan penghinaan.

Kemenkes kemudian memberikan surat peringatan kepada akun tersebut, yakni Aqwam Fiazmi Hanifan yang sebelumnya retweet posting-an soal anjing dan menuliskan kalimat 'Menteri Kesehatan Kita'.

Mulanya, akun atas nama Aqwam Fiazmi Hanifan me-retweet cuitan Al Jazeera English yang membahas soal anjing German Sniffer. Aqwam menuliskan kalimat: 'Anjing ini lebih berguna ketimbang Menteri Kesehatan kita'.

Warganet pun ramai mencibir Aqwam. Akun FB @Mak Lambe Turah, Selasa malam (4/8/2020) ikut membagikan tautan dan cuitannya ramai dikomentari netizen.Bahkan, salah satu netizen menyebut "Ditunggu video meweknya."

Mak Lambe Turah: "Ini info yang paling fresh, Mak langsung seret kesini... Tiati kalo mosting apapun di medsos,..ingat ada UU ITE..!"

Ady Lv: Gw dukung menkes somasi awam , biar bisa bedakan mana kritik mana penghinaan

@Rien Ni: Auto ilang tweet nya. Aku udah scroll udah dihapus

@Achmad Nurmanto: Ah paling cuma modal materai 6000 doang, vangke.....

@Adelheid Merry: Ditunggu video meweknya.

Sebelumnya diberitakan, Kemenkes telah membalas cuitan Aqwam dengan menyertakan surat peringatan, Selasa (4/8/2020). Kemenkes menilai cuitan Aqwam sudah menyalahi UU ITE.

"Menkes dan @kemenkesRI terbuka dengan kritik dan saran dari siapapun. Namun kami menilai unggahan saudara memuat unsur penghinaan dan pencemaran nama baik Menkes dan Kemenkes sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Saudara Aqwam, kami tunggu itikad baiknya," tulis Kemenkes seperti dikutip dari Twitter resmi mereka.

Surat ditandatangani Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Widyawati. Dimintai konfirmasi terpisah, Widyawati menyatakan belum ada permintaan maaf dari Aqwam Fiazmi Hanifan atas cuitan tersebut.

"Belum," kata Widyawati.

Widyawati menegaskan Aqwam Fiazmi Hanifan punya waktu 2x24 jam untuk menghapus cuitannya dan meminta maaf kepada Menkes Terawan Agus Putranto secara tertulis di atas meterai dan diunggah ke media sosial.

Dalam suratnya, jika hal yang diminta Kemenkes tak dilakukan Aqwam Fiazmi Hanifah, Kemenkes bakal membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

"2 x 24 (jam) sesuai surat," ujar Widyawati.

Dilihat detikcom, cuitan Aqwam sudah tak bisa ditemui lagi. detikcom sudah mengontak Aqwam via direct message Twitter untuk menanyakan permasalahan ini namun belum ada respons.

Editor : Taat Ujianto