• News

  • Peristiwa

Sebut Ledakan Besar di Lebanon Ulah Teroris, FH : Jangan Sampai Indonesia Seperti Ini

Ferdinand sebut ledakan besar di Lebanon ulah teroris.
Internasional
Ferdinand sebut ledakan besar di Lebanon ulah teroris.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020 sore setelah pukul 18.00 waktu setempat. Ribuan orang dilaporkan terluka akibat peristiwa tersebut.

Terkait ledakan tersebut, politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut peristiwa tersebut merupakan ulah teroris yang berawal dari watak radikalisme. Dirinya berharap Indonesia tak mengalami hal yang sama.

"Jangan sampai Indonesia seperti ini karena ulah para terorist yang berawal dari watak radikalisme. Radikalisme adalah akar dan bibit dari teroristme," kata Ferdinand dalam akun twiternya, @FerdinandHaean3.

Diketahui ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon. Ribuan orang mengalami luka akibat ledakan tersebut. Jumlah korban ledakan Beirut, Lebanon dilaporkan terus bertambah, dari 10 menjadi 50 dan kabar lain menyebut naik menjadi 73 orang. Mereka yang terluka, dilaporkan lebih dari 2.700.

Mengutip Sky News, Rabu (5/8/2020), para saksi mata mengatakan sejumlah orang terluka selama kehancuran yang meluas di seluruh kota. Ada penduduk melapor langit-langit bangunan runtuh dan jendela-jendela hancur.

Orang-orang yang terluka terlihat tergeletak di tanah dekat pelabuhan Beirut, menurut seorang fotografer di tempat kejadian.

Editor Sky News Timur Tengah Zein Ja'far, yang berada di pusat kota Beirut pada saat ledakan Selasa 4 Agustus sore waktu setempat mengatakan ledakan besar itu menyebabkan jendela runtuh dan membentuk seperti gua.

"Ledakan ini merobek fasad bangunan tempat kami berada, dan begitu debu mereda, kami dan orang lain di blok ini bergegas ke luar. Benar-benar pemandangan yang mengkhawatirkan," kata Zein Ja'far.

"Suara sirene brigade pemadam kebakaran, ambulans, polisi dan juga militer telah cukup gencar selama 45 menit terakhir dan sejumlah besar layanan darurat dan pasukan keamanan bergegas ke daerah itu sekarang," ungkap  Zein Ja'far.

"Banyak orang yang sangat linglung, sangat berlumuran darah berjalan-jalan mencoba mengumpulkan sikap mereka," tutur editor Sky News itu.

Seorang warga setempat bernama Fady Roumieh, berdiri di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan sekitar 2 km (1,2 mil) timur ledakan. Dia berkata: "(Itu) seperti bom nuklir. Kerusakan begitu luas dan parah di seluruh kota".

"Beberapa bangunan sejauh 2 km sebagian runtuh. Ini seperti zona perang. Kerusakannya ekstrem. Tidak ada satu pun jendela kaca yang utuh," imbuh Fady Roumieh.

Ketika malam tiba, api masih menyala di distrik pelabuhan Lebanon itu, dan suara sirene ambulans terdengar di seluruh kota.

Media lokal juga melaporkan satu rumah sakit telah menyatakan tidak dapat mengambil pasien lagi dan meminta sumbangan darah.

Rekaman yang diposting di media sosial menunjukkan sebuah bangunan bertingkat tinggi meledak, mengirimkan gelombang kejut yang luas di seluruh kota. Terdengar dan terasa sejauh Siprus - lebih dari 200 km (180 mil) jauhnya.

Gambar yang beredar juga menunjukkan adegan kehancuran, menunjukkan mobil-mobil terbalik dan kru darurat berkumpul di sekitar gedung yang hancur.

Ledakan itu sepertinya berpusat di sekitar area pelabuhan kota yang berisi gudang-gudang, dan terasa hingga beberapa area di ibu kota.

Menurut kantor berita NNA mengutip Kepala Keamanan Internal Lebanon, Abbas Ibrahim, ledakan di Beirut itu terjadi di sebuah gedung yang berisi bahan-bahan yang sangat eksplosif. Laporan sebelumnya menyatakan bangunan itu adalah gudang penyimpanan kembang api.

Puing-puing bangunan setelah setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Selasa, (4/8/2020). Saksi mata melihat banyak orang terluka oleh kaca terbang dan puing-puing akibat ledakan besar tersebut. (AP Photo/Hussein Malla)
Penyebab ledakan, yang terjadi tepat setelah pukul 18.00 waktu setempat (15:00 GMT), hingga kini belum diketahui pasti.

Penyiar berita nasional TeleLiban melaporkan PM telah menyatakan hari Rabu 5 Agustus sebagai "hari berkabung nasional", setelah ledakan besar hari Selasa di daerah pelabuhan Beirut.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan sebelumnya bahwa ledakan itu telah menyebabkan sejumlah besar orang terluka, demikian menurut koresponden senior CNN Ben Wedeman.

Ledakan itu menyebabkan kerusakan besar pada daerah sekitarnya dan mengakibatkan kolom asap besar di ibu kota Beirut.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani