• News

  • Peristiwa

Deklarasi KAMI Aksi Politisi Kehilangan Panggung,FH:Pilkada Kabupaten Ada yang Milih Ngga?

Din Syamsuddin Cs Bentuk KAMI.
Demokrasi
Din Syamsuddin Cs Bentuk KAMI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Komunikasi Politik Iman Soleh meminta pemerintah tak usah kuatir dengan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurutnya, tokoh dibalik terbentuk KAMI tak lebih dari sekedar avonturir politik yang kehilangan panggung.

Menanggapi hal tersebut, politisi asal Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menantang, dari salah satu tokoh deklarasi koalisi tersebut untuk maju dalam Pilkada Kabupaten, apakah ada yang dipilih? Ia pun menilai terlalu tingga para tokoh tersebut berbicara selamatkan Indonesia.

"Coba satu saja dari mereka maju Pilkada Kabupaten, ada yang milih ngga? Lga gitu koq ketinggian bicara selamatkan Indonesia," kata Ferdinand dalam akun twiiternya @Ferdinand Haean3.

Sebelumnya Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dicetuskan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dkk pada Minggu, 2 Agustus 2020. Mereka menganggap, negara saat ini sudah melenceng jauh dari yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Pakar Komunikasi Politik Iman Soleh. Ia mengatakan bahwa pemerintah tak perlu terkecoh dengan aksi demikian. Para pemangku kebijakan diharapkan harus tetap konsisten dan menanggapi secara positif dari aksi protes seperti ini. Anggaplah sebagai upaya evaluasi dan masukan yang membangun kepada pemerintah.

Meski begitu, Imam menilai aksi yang dilakukan KAMI justru lebih kepada sikap kebencian dan gerakan anti pemerintah yang sengaja dimunculkan pada saat-saat pandemi covid-19 berlangsung. Aksi ini dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang bertujuan menganggu kinerja pemerintah dalam upaya penanganan pandemi covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemi tersebut.

Ia pun menganjurkan agar pemerintah mengambil sikap atas aksi ini. Terutama kalau aksi tersebut terindikasi hanya memprovokasi massa dan memberikan kritik tanpa solusi dan hanya mengganggu kinerja pemerintah,

“Maka pemerintah sudah saatnya bertindak tegas kepada kelompok-kelompok semacam KAMI. Mereka hanyalah sekelompok kecil masyarakat yang mengaku kritis tetapi pada kenyataannya mereka tak lebih dari sekedar avonturir politik yang kehilangan panggung,” ujarnya, Senin (3/8/2020).

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani