• News

  • Peristiwa

Penyakit Gonore Berisiko Infeksi Janin, Ahli: Bahaya, Bayi Dilahirkan Bisa Buta

Ilustrasi bayi yang lahir buta
Istimewa
Ilustrasi bayi yang lahir buta

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko SpKK, FINSDV imbau masyarakat waspada akan penyakit Gonore (GO). GO juga dikenal dengan kencing nanah dan diistilahkan sebagai "pilek" di organ kelamin. 

"Pilek" pada alat kelamin atau GO yang dibiarkan berkembang pada akhirnya akan mengakibatkan berbagai risiko berbahaya. GO yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapat pengobatan secara benar dapat menyebabkan komplikasi dari ringan hingga berat. 

"Infeksi GO berat dan lanjut pada wanita bahkan dapat menyebabkan penularan infeksi GO ke bayi saat proses melahirkan dan infertilitas (kemandulan),” kata dr Anthony, saat media briefing virtual, Rabu (5/8/2020).

Adapun penyebab GO adalah bakteri bernma Neisseria Gonorhoeae yang ditemukan pada 1879. Penularan bakteri ini terjadi melalui penularan kontak seksual, baik itu genital ke genital yakni berhubungan seks; orogenital, yakni berhubungan oral ke genital; anogenital, yakni dari anus ke genital.

Dijelaskan dr Anthony, sebagian besar wanita hamil tidak menunjukkan gejala ketika mengalami penyakit GO. Maka dari itu diakui GO memang agak sulit terdeteksi.

"Kalau pun ada, gejalanya bisa mirip seperti keluhan yang dapat terjadi dalam kehamilan biasa, seperti keputihan, perdarahan, atau muncul bercak darah pada vagina," terang dia.

Infeksi gonokokus pada wanita hamil yang tidak segera diobati banyak sekali dikaitkan dengan keguguran, kelahiran prematur dan berat lahir rendah, ketuban pecah dini, korioamnionitis, atau komplikasi kehamilan lainnya, sehingga bisa menginfeksi janin. 

"Wanita hamil yang mengidap penyakit ini bahkan bisa langsung menginfeksi bayi mereka, khususnya ketika proses persalinan. Hal tersebut terjadi karena bayi bersentuhan langsung dengan sekresi genital dari ibunya dan bisa sebabkan kebutaan," jelas dia.

Ini terjadi karena lokasi anatomis, komplikasi GO dapat terjadi pada genital dan sekitarnya (seperti saluran kemih, 

panggul dan kandungan). GO juga bisa terjadi pada ekstra genital (faring/saluran menelan, selaput lendir mata/konjungtiva, sendi)

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati