• News

  • Peristiwa

Bongkar Pendukung Khilafah di MUI, DS: Anda Pasti Kaget, Siapa Saja yang Duduk di Sana

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar membongkar tubuh organisasi Majelis Ulama Indonesia yang menurutnya saat ini disetir oleh kelompok-kelompok pendukung khilafah sebagai bagian dari strategi mereka menguasai umat Islam di Indonesia.

Beberapa nama disebut Denny dalam videonya yang diupload di akun Youtube CokroTV dengan judul: Sales-sales Khilafah di Majelis Ulama Indonesia.

“Tidak banyak org yg sadar, bagaimana MUI sekarang disetir oleh kelompok2 pendukung khilafah sbg bagian strategi mrk menguasai umat Islam di Indonesia.

Lihat, siapa saja org2 yg duduk disana dan anda pasti kaget..” tulis Denny di akun Twitternya, Rabu (5/8/2020).

Adapun nama-nama yang disebut Denny ada tiga orang. Yang pertama Bachtiar Natsir (BN). Orang ini sekarang menjadi Wakil Sekretaris di MUI. BN kita kenal dengan ideologi khilafahnya bahkan ketika demo 212 dia gaungkan pendirian negara khilafah dengan konsep revolusi di Indonesia. Jejak digital BN terlihat waktu dia membawa bendera pemberontak Suriah. Dia adalah sales utama khilafah yang pengaruhanya sangat merusak, sangat licin dan berbahaya. Sekarang dengan berlindung dibalik MUI dia seperti membersihkan dirinya dan mengklaim sebagai ulama sekaligus menyebarkan ideologi-ideologi khilafahnya.

Yang kedua adalah Zaitun Rasmin, yang duduk di MUI sebagai Wasekjen Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional. Jejak digitalnya juga terlihat ketika dia dan Bachtiar Natsir sama-sama membawa bendera pemberontak Suriah. Kedua orang ini, anehnya bisa duduk di MUI dengan tenang sambil menyebarkan ideologi mereka yang merusak. Sangat berbahaya sekali ketika MUI ada di tangan orang-orang seperti ini yang bisa membawa negeri ini menjadi seperti Suriah dengan menguasai label ulama sebagai jualannya.

Ada juga Tengku Zulkarnain, yang dalam setiap tweet-tweetnya selalu memprovokasi umat sehingga Isla terlihat menjadi provokator di dalam kebangsaan. Jika Tengku Zulkarnain adalah orang biasa, mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi dia menjabat sebagai Wasekjen MUI yang membuat gelar ulama menjadi rusak karena perilakunya.

Yang menarik, sebagai bendahara MUI ada yang bernama Yusuf Martak. Kita tahu dia penggagas Gerakan 212. Yusuf Martak sempat dikenal sebagai mantan Direktur dari Lapindo, perusahaan di bawah kelompok Bakrie Group yang mendadak menjadi ulama tanpa jelas rekam jejaknya. Sampai sekarang belum ada satupun gerakan untuk kembali memurnikan MUI supaya kembali pada track nya, terutama track keulamaan. 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati