• News

  • Peristiwa

Muhajdir:Keluarga Miskin Besanan,Lahir Keluarga Miskin Baru,Sujiwo Tejo:Aku Mumet Baca Ini

Budayawan Sujiwo Tejo.
MSN
Budayawan Sujiwo Tejo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan sesama keluarga miskin besanan, akan melahirkan keluarga miskin baru. Pernyataan Muhadjir ini pun mendapat reaksi yang beragam dari netizen.

Akun milik Sujiwo Tejo misalnya. Melalui akun Jack Separo Gendeng, Sujiwo Tejo mengaku pusing membaca pernyataan Muhadjir di salah satu media massa.

Dia berharap wartawan salah kutip dan salah konteks, artinya dirinya merendahkan wartawan. Namun jika berharap wartawan tidak salah kutip dan tidak salah konteks, berarti merendahkan seorang Menko.

Dirinya menyarankan bagi siapa saja, sesama miskin pun, jika sudah jodohnya ya silahkan menikah.

"Aku mumet baca ini. Berharap wartawan salah kutip dan salah konteks, berarti aku  merendahkan wartawan. Berharap wartawan tidak salah kutip dan tidak salah konteks, berarti aku merendahkan seorang Menko. Saranku buat kalian, sesama miskin pun, kalau ud sreg nikah ya nikah aja," kata Sujiwo Tejo.

Diketahui Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bicara soal keluarga miskin di Indonesia. Menurut Muhadjir, jumlah keluarga miskin yang masih tinggi di Indonesia tak terlepas dari pernikahan sesama keluarga miskin.

"Sebagaimana kita ketahui bapak ibu sekalian, rumah tangga miskin di Indonesia itu jumlahnya masih sangat tinggi, masih sekitar 76 juta rumah tangga miskin di Indonesia itu," kata Muhadjir Effendy dalam pemaparannya di webinar Kowani, Selasa (4/8/2020).

Muhadjir dalam pemaparannya tengah menjelaskan soal lingkaran siklus pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia. Salah satu topik yang disinggung Muhadjir tentang keluarga miskin di Indonesia ini.

Muhadjir menyebut angka rumah tangga miskin di Indonesia ini berarti sekitar 20 persen dari keseluruhan rumah tangga di Indonesia. Dia lalu berbicara soal penyebab munculnya keluarga miskin baru.

Muhadjir menegaskan pentingnya pemutusan mata rantai rumah tangga miskin di Indonesia.

"Dan rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin ini," tutur Muhadjir.

"Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru sehingga ini perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin, kenapa? Karena kemiskinan itu pada dasarnya basisnya adalah di dalam keluarga," ucap mantan Mendikbud ini.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani