• News

  • Peristiwa

Diabet Memperparah COVID-19? MLT: Yang Badannnya Punya Pabrik Gula Harus Baca!

Ilustrasi pasien Covid-19
Media Indonesia
Ilustrasi pasien Covid-19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kita tak bisa memungkiri bahwa COVID-19 adalah virus mematikan. Jenis virus satu ini menjadi momok yang mengkhawatirkan masyarakat. Lebih-lebih lagi mereka yang memiliki sejumlah riwayat penyakit lain, salah satunya diabetes.

Mereka yang memiliki Diabetes melitus akan cenderung mengalami gangguan metabolisme yang terjadi akibat pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin yang cukup.Akibatnya, mereka tidak mampu menggunakan insulin yang telah diproduksi tubuh secara efektif.

Nah, jenis penyakit ini disebut-sebut bisa memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi COVID-19.

Menanggapi persoalan tersebut, akun FB @Mak Lambe Turah, Kamis (6/8/2020) membuat cuitan mengingatkan publik:

yang badannnya punya pabrik gula harus baca !!
Alhamdulillah kalo Mak sih ga punya pabrik gula...

Ini ada kaitan dengan berita si embak yang di Pasuruan tadi ya gais..
Yang belom baca secrol kebawah....

Kasus Tirani Ika Pratiwi

Yang dimaksud "embak di Pasuruan" adalah kasus Tirani Ika Pratiwi yang sebelumnya viral. Ia curhat soal ibunya yang diabetes namun menurutnya dilabeli COVID-19. Ia merasa dipaksa oleh RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk mengakui ibunya terpapar COVID-19.

Masalah menjadi runyam karena ternyata pihak rumah sakit membantah soal aksi pemaksaan tersebut. Seperti yang disampaikan Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, dr Tina Soelistiani.

dr Tina Soelistiani menegaskan, penanganan ibu dari Tirani sudah sesuai prosedur.

Tina menguraikan, pasien datang ke IGD pada Minggu (2/8) sekitar pukul 03.30 WIB. Seperti pasien yang lain, dokter jaga melakukan screening COVID-19 untuk mengetahui gejala pasien. Tujuannya memisahkan supaya tidak berdampak pada pasien lain, jika ternyata pasien tersebut terjangkit COVID-19.

"Secara klinis hasil rapid test nonreaktif. Tapi kita tahu bersama bahwa rapid test bukan acuan utama untuk menentukan diagnosa COVID-19 atau bukan," kata Tina, Selasa (4/8/2020).

"Kemudian dilakukan pemeriksaan foto torak dan dilakukan pemeriksaan lab. Kemudian dokter jaga sudah konsultasi ke dokter spesialis paru. Dan memang pasien ini punya riwayat diabetes. Maka kami periksa juga gula darahnya," imbuhnya.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut, pasien datang dengan sesak napas berat. Pasien didiagnosa gagal napas, probable COVID-19 (PDP) dan diabetes melitus.

"Kemudian dari hasil berbagai pemeriksaan dokter spesialis memberikan diagnosa penurunan kesadaran, gangguan napas berat karena pneumonia berat, kemudian fungsi paru-parunya sudah menurun," terangnya.

"Diagnosa dari dokter spesialis adalah gagal napas berat, probable COVID-19, dan diabetes melitus. Kemudian pasien ini kondisinya semakin menurun kemudian meninggal pada 06.30 WIB," tambahnya.

Karena didiagnosa probable COVID-19, lanjut Tina, maka pemulasaraan jenazah dilakukan dengan tata laksana COVID-19.

"Sesuai dengan Kemenkes Nomor 1/7/2020, tentang pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 jika ada pasien meninggal di rumah sakit, pasien konfirmasi atau probable, maka pemulasaraan jenazah dilakukan dengan tata laksana COVID-19. Hal ini sudah dijelaskan dari awal kepada keluarga pasien," pungkas Tina.

Sebelumnya diberitakan, Tirani menolak ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19 karena hasil rapid test-nya nonreaktif. Sementara terkait sesak napas berat, menurutnya itu karena sang ibu menjelang sakaratul maut.

Bahaya Diabetes melitus

Menukil pernyataan Dokter spesialis endokrin, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, seperti dilansir Detik.com, ia mengatakan bahwa jika seseorang yang sudah mengidap diabetes kemudian terinfeksi COVID-19, kondisinya sudah fatal. Sebab, orang diabetes itu imunitas atau sistem kekebalan tubuhnya sangat rendah.

"Kalau dia kena diabetes dan COVID-19, itu sudah fatal, nggak bisa kita tolong. Orang diabetes itu imunitasnya rendah, lalu dimasukin COVID-19 akan semakin rentan," jelas dr Roy melalui diskusi daring, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, dr Roy juga menyebutkan 4 hal yang menjadi alasan diabetes bisa memperburuk kondisi orang yang terinfeksi COVID-19.

1. Imunitas menurun
Orang yang mengidap diabetes daya tubuhnya atau imunitasnya menurun. Saat titik gula darah tinggi, kemampuan sel-sel yang membuat zat-zat imunitas akan berkurang.

2. Pembuluh darah yang rusak
Pada pengidap diabetes yang sudah lama, pembuluh darahnya rusak. Itu bisa membuat organ-organ tubuh lainnya juga rusak.

3. Faktor usia
Umumnya pengidap diabetes berusia lanjut. Kebanyakan dari mereka berusia di atas 60 tahun, di mana pada kondisi itu membuat kesehatan tubuh semakin memburuk.

"Contohnya nggak mau minum, usia segitu jarang minum. Akibatnya akan membuat stres bertambah, lalu penyakit juga bertambah," kata dr Roy.

4. Adanya penyakit penyerta lainnya
Pada pengidap diabetes, banyak penyakit lain yang mengikuti. Misalnya seperti darah tinggi, kolesterol, dan asam urat. Dengan kondisi ini, orang tersebut akan semakin buruk jika terinfeksi COVID-19.

"Jadi ada penyakit yang ngikut, dia jadi semakin rentan sekali untuk terjadinya perburukan kalau kena (COVID-19)," jelasnya.

Editor : Taat Ujianto