• News

  • Peristiwa

Cuit Creator Lama Menangis, Birgaldo: Nasihat Anji untuk Anji, Benar2 Penerus Mama Laurens

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Birgaldo Sinaga mengomentari cuitan Anji di akun Twitternya, Rabu (5/8/2020). Menurut Bilgado cuitan itu malah bernada menasehati dirinya sendiri.

NASIHAT ANJI UNTUK ANJI

Akhirnya @duniamanji meminta maaf kepada publik karena membuat konten sesat menyesatkan meresahkan. Yang saya salut dan angkat topi sama Anji adalah kemampuannya menerawang masa depan yang benar2 akurat dan tepat.

3 bulan lalu, Anji sudah menuliskan nasihat untuk dirinya sendiri. Anji sudah tahu bakal apa yang terjadi pada dirinya. Ini nasihat Anji untuk Anji yang diunggahnya 3 bulan lalu.

"Bikin konten yang meresahkan. Setelah itu klarifikasi dan minta maaf. Menjadi format baru untuk  terkenal dan menaikkan  engagement. Creator lama menangis melihat hal itu"

Benar2 penerus Mama Laurens lo Nji...
Hebatttt... tau aja apa yang bakal terjadi.

Sementara cuitan Anji di akun Twitternya:

Bikin Konten yang meresahkan, setelah itu klarifikasi dan minta maaf. Menjadi sebuah format baru untuk menjadi terkenal dan menaikkan egagement. Creator lama menangis melihat itu.


Sementara sebelumnya diberitakan, Musisi Anji viral di sosial media terkait kasus obat dari Hadi Pranoto yang dikabarkan bisa menyembuhkan Covid-19.

Anji akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi atas video wawancaranya bersama Hadi Pranoto yang sudah di take down Youtube.

Sebelumnya Hadi disapa sebagai profesor oleh Anji karena telah menemukan cairan antibodi Covid-19 yang mampu sembuhkan dan cegah Covid-19.

Berikut pernyataan lengkap Anji, seperti dikutip dari video yang diunggah di kanal Youtubenya, Kamis (6/8/2020):

"Saya Anji, meminta maaf kepada semua pihak karena kegaduhan yang terjadi. Saya akan menjelaskan beberapa hal.

Pertama, saya belum mengenal Bapak Hadi Pranoto sebelumnya. Jadi pada tanggal 29 Juli 2020 saya datang ke pulau Tegal Mas untuk melihat lahan saya yang ada di sana. Itu juga tertera di highlight Instagram Story saya yang berjudul Tegal Mas.

Kebetulan di saat itu ada acara yang juga dihadiri oleh Bapak Hadi Pranoto dan juga di sana seusai makan siang saya melihat Bapak Hadi Pranoto diwawancara oleh beberapa media, salah satunya adalah Lampung Post yang mewawancarainya langsung pemimpin redaksinya.

Hasil wawancara itu pun terbit pada hari itu juga dan juga di sana disebutkan Bapak Hadi Pranoto dengan sebutan Prof. Selain itu semua orang yang ada di sana juga menyebut Bapak Hadi Pranoto dengan sebutan Prof.

Saya tertarik dengan apa yang dibicarakan di dalam materi wawancara tersebut, lalu saya mulai mencari berita tentang Bapak Hadi Pranoto di Google dan menemukan sebelumnya sudah ada pemberitaan tentang Hadi Pranoto dan juga temuannya di media-media sejak Bulan April tahun 2020.

Saya melihat harapan, lalu saya mau minta sesi wawancara dengan dia untuk membicarakan perihal ini. Wawancara pun dilakukan pada malam itu sekitar jam 10. Video itu lalu saya publish Pada 31 Juli 2020, 2 hari setelahnya.

Di dalam video itu saya bertindak sebagai interviewer, sebagai penanya. Saya juga tidak menyatakan bahwa herbal yang disebutkan adalah obat tetapi itu adalah pernyataan dari Bapak Hadi Pranoto sendiri.

Lalu soal status kredibilitas Pak Hadi Pranoto yang dipertanyakan oleh banyak orang itu juga saya tanyakan dalam video tersebut di menit 4:39 dan juga 8:27.

Saya terkejut ketika mendapatkan informasi bahwa beberapa hal yang berkaitan dengan status Bapak Hadi Pranoto pernyataannya itu ternyata tidak valid.

Lalu hal lainnya, saya tidak pernah menyinggung dunia kedokteran manapun, maupun tenaga kesehatan. Seperti yang sudah saya sebutkan, saya sebagai salah seorang warga masyarakat Indonesia merasa bahwa ada harapan untuk melalui pandemi ini dari apa yang disampaikan oleh Hadi Pranoto. Apalagi dia juga bilang bahwa dia tidak akan memperjualbelikan herbal temuannya dan juga akan memberikannya secara gratis kepada masyarakat.

Sejak awal pandemi, saya banyak bersuara tentang keprihatinan dan juga dukungan saya terhadap tenaga kesehatan dan juga masyarakat. Saya tuangkan di dalam postingan media sosial maupun lagu. Saya terlibat dalam 4 lagu yang didedikasikan untuk tenaga kesehatan dan juga untuk masyarakat Indonesia tentang bagaimana menjaga jarak, bagaimana kita menyatukan suara dan lain-lain. Saya juga terlibat dalam konser peduli pandemi dan juga donasi bersama banyak musisi di dalam konser #DiRumahAja.

Ke depannya saya terbuka untuk bekerjasama dengan IDI untuk menjelaskan bagaimana sebuah temuan bisa dinyatakan sebagai obat secara ilmiah. Lalu juga saya akan terus memberikan kontribusi konkrit kepada pihak-pihak yang terdampak oleh pandemi sesuai dengan hal-hal yang bisa saya lakukan, dalam hal ini berkaitan dengan musik, industri, kreatif dan juga pariwisata sesuai yang sering saya suarakan selama ini selalu. Saya juga terbuka untuk mengedukasi masyarakat sesuai arahan BNPB dan juga pemerintah.

Terakhir, saya menyatakan meminta maaf untuk segala kegaduhan yang sudah terjadi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kita semua selalu sehat dan pandemi ini segera berlalu," tutup Anji.

Editor : Taat Ujianto