• News

  • Peristiwa

DKI Bangun Fasilitas Olahraga dengan Uang Pinjaman, FH Bingung Lihat Anies

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana melanjutkan kembali proyek pembangunan fasilitas olahraga yang sempat tertunda karena merebaknya virus Covid-19.

Untuk melanjutkan proyek tersebut, Pemprov berniat menggunakan uang pinjaman dari pemerintah pusat. Langkah DKI ini pun mendapat tanggapan dari politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH).

Ferdinand mengaku bingung melihat Gubernur Anies yang lebih mementingkan keperluan yang menurutnya bukan berskala prioritas. Ia menyarankan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun digunakan untuk proyek stimulus yang mampu membangkitkan perekonomian ditengah pandemi Covid-19.

"Saya bingung lihat Gubernur ini. Sudahlah uang pinjaman dr Pusat, dipake pula utk yg bukan skala prioritas menumbuhkan ekonomi ditengah pandemi," kata Ferdinand dalam akun twiternya, @FerdinandHaean3.

"Mestinya 3,6 T digunakan utk proyek atau stimulus yg bs memompa ekonomi, bkn utk hal tdk skala penting," tulisnya lagi.

Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko mengatakan rencana melanjutkan pembangunan sarana olahraga merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Nasruddin mengaku pihaknya akan kembali mengerjakan proyek fasilitas olahraga senilai Rp 3,6 triliun di tahun 2020-2021.

"Olahraga, peningkatan fasilitas olahraga. Rp 1,1 triliun di tahun 2020. Lalu Rp 2,5 triliun (tahun 2021)," ujar Nasruddin saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Jumlah ini merupakan angka tertinggi dalam pengajuan pagu anggaran daru Pemprov DKI untuk program pinjaman PEN. Nilai pembangunan fasilitas olahraga masih kalah dengan proyek pengendalian banjir yang mencapai Rp 6,1 triliun dalam dua tahun.

“Paling besar prioritasnya memang di pengendalian banjir, itu yang pertama. Kalau program pengendalian banjir itu sebesar kurang lebih Rp1,7 triliun di tahun 2020, lalu Rp3,6 triliun pada tahun 2021,” katanya.

Kendati demikian, rancangan anggaran ini masih dibahas pihaknya karen masih bersifat usulan. Nantinya masih ada kemungkinan pagu kembali berubah sebelum akhirnya uang pinjaman diterima oleh pihaknya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli