• News

  • Peristiwa

Anies Kaget Tak Punya Pengukur Hujan, FH:Saya Kaget, DKI Bangun Sarana Olahraga di Pandemi

Anies kaget DKI tak punya pengukur curah hujan.
Metro
Anies kaget DKI tak punya pengukur curah hujan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget wilayahnya tak memiliki alat untuk mengukur curah Hujan sehingga hanya mengandalkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mendengar pernyataan Anies, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean malah balik mempertanyakan kebijakan Anies yang malah lebih mementingkan pembangunan Sarana Olahraga ketimbang menggunakan anggaran supaya ekonomi menggeliat.

"Sayapun kaget melihat Gubernur DKI Jakarta. Disaat pandemi, ekonomi lesu, minjam uang ke Pusat malah mikirin proyek sarana olah raga. Bukannya memikirkan dan menggunakan anggaran supaya ekonomi menggeliat.

Cm mikirin proyek kah ?@aniesbaswedan" tulis Ferdinand di akun Twitternya, Minggu (9/8/2020).

Sebelumnya diberitakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkejut ketika mengetahui wilayahnya tidak memiliki alat mengukur curah hujan.

"Awal tahun ini, ketika saya mendengar bahwa kita ini tidak punya alat ukur (curah hujan). Itu saya betul-betul shock (terkejut)," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rekaman video yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan bagaimana mungkin kota yang penuh dengan hujan, tidak punya alat ukur curah hujan. "Kita selama ini hanya mengandalkan pada alat-alat milik BMKG," katanya seperti dikutip dari Antara.

Anies mengungkapkan hal itu dengan terheran usai melihat dan mendengar pemaparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf yang di dalamnya mengusulkan pembelian alat ukur curah hujan sebanyak 10 unit pada tahun 2020.

Anies kemudian menginstruksikan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk menambah alat tersebut namun dengan harga yang lebih murah agar seluruh petugas di kelurahan DKI Jakarta dapat mengetahui curah hujan sehingga upaya pencegahan banjir dapat segera dilakukan sedini mungkin.

"Pak Sekda sebaiknya ini jangan 10 lokasi. Ini coba dibuat sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin," ujar Anies.

Anies juga meminta kepada Dinas SDA untuk membeli alat pengukur curah hujan manual, bukan digital seperti yang diajukan oleh dinas. Menurut Anies alat yang diajukan oleh dinas terlalu canggih karena berbasis digital sehingga lebih mahal.

Permintaan itu berkaca pada situasi keuangan Pemprov DKI Jakarta yang terbatas akibat wabah COVID-19. Terlebih dana pengendalian banjir di Ibu Kota diperoleh dari pinjaman pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

"Kalaupun belum bisa menggunakan alat yang maju seperti ini pak, sudahlah beli alat yang murah dan petugas kita data entry (memasukan data) pakai aplikasi. Jadi tidak harus kayak membeli layar proyektor yang bergerak sendiri, yang penting (layarnya) putih dan bisa naik turun (walau) pakai tangan," katanya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani