• News

  • Peristiwa

Soal Corona, PKS Nilai Pola Pikir Presiden Jokowi Jungkir Balik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Youtube BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan soal potensi terjadinya gelombang kedua penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Mardani menilai pola pikir Presiden jungkir balik. Pasalnya, ia menyebut Jokowi sudah bicara soal potensi gelombang kedua, padahal puncak gelombang pertama wabah tersebut belum terdeteksi.

"Pola pikir presiden jungkir balik. Bicara gelombang kedua, padahal peak (puncak) gelombang satu saja belum terdeteksi," tulis Mardani di akun Twitternya, Minggu (9/8/2020).

Mardani juga menyindir Presiden Jokowi soal penerapan new normal di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, pernyataan Jokowi kontraproduktif dengan upaya masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

"Dulu bicara New Normal, kemudian mau dilonggarkan new normalnya padahal masyarakat sedang berhati-hati menjaga penyebaran," cuit @MardaniAliSera.

Mardani menduga, pola pikir Presiden yang jungkir balik itu bisa terjadi karena masalah komunikasi atau karena metodologi pemetaan masalah dan sumber infonya tidak terverifikasi dengan baik.

"Ada urusan komunikasi disini. Tapi bisa juga metodologi pemetaan masalah dan sumber infonya tidak terverifikasi dengan baik," kata Anggota DPR itu.

Lebih jauh, Mardani mengungkapkan bahwa syarat kemampuan berpikir sistematis dan kritis wajib dimiliki Presiden.

"Di atas semuanya, syarat kemampuan berpikir sistematis dan kritis wajib dimiliki Presiden. Hingga langkahnya jelas, terukur & teratur," jelas Inisiator Gerakan Kami Oposisi itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan soal potensi terjadinya gelombang kedua virus corona. Hal itu disinggung Jokowi saat memberikan sambutan di Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).

"Jangan sampai kita masuk gelombang kedua. Second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali, kuncinya adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Presiden Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengajak seluruh kader Partai Gerindra agar bersama-sama berjuang melawan wabah virus corona.

"Saya mengajak seluruh kader Partai Gerindra di mana pun berada, baik yang sekarang menjadi kepala daerah maupun legislatif untuk tetap menempatkan kesehatan, keselamatan rakyat menjadi prioritas. Penyebaran Covid-19 harus mampu kita kendalikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P