• News

  • Peristiwa

Simbol Salib di HUT RI, Ustaz Fadhlun: Jangan Kecolongan Kristenisasi, MLT: Gorengan...

SpandukHUT RI yang dipermasalahkan warga
Infomenia.net
SpandukHUT RI yang dipermasalahkan warga

KARANGANYAR, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, ramai pergunjingkan kasus pernyataan delegasi Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) yang mendatangi Kantor Setda Karanganyar dalam agenda menyampaikan keberatan terkait Logo mirip salib pada spanduk dirgahayu HUT-RI ke-75.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Minggu malam (9/8/2020) ikut membagikan tautan dan cuitannya ramai dikomentari warganet.

Mak Lembe Turah: gorengan baru dimulai wkwkwkk, penjelasannya abis artikel ini yaks....

Duni Palupi: Apa sih yg ditakutkan, Kok semua hal dikaitkan dgn symbol salib. Orang seperti mereka ini nggak akan pernah maju, karna cara pikirnya sangat sempit.

Atno: Jangan2 tiang jemuran bs menggoyahkan iman juga

Juline: Takut sama SALIB

Binti Khoirun Ni'mah: Mabuk agama, kalau ngaku islam ya contoh Nabi Muhammad apa benar beliau cara berdakwah nya brutal macam ni? Kagak woy beliau itu gunakan cara halus kalau ada yg mengusik baru perang.

Aldi Prasetyo: Sekalian aja tuh tiang jemuran, tiang listrik, apa-apa yang berbau salib copotin semua

 

Menyampaikan Keberatan

Sebelumnya diberitakan, delegasi yang dilakukan Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) usai mendatangi Kantor Setda Karanganyar dalam agenda menyampaikan keberatan terkait Logo mirip salib pada spanduk dirgahayu HUT-RI ke-75, Selasa (4/8/2020), akhirnya membuahkan hasil.

Diawali dari penemuan spanduk yang terpasang di beberapa titik di Karanganyar, warga resah kemudian info tersebar ke media sosial dan menimbulkan polemik di kalangan Ummat Islam.

Pasalnya, spanduk tersebut selain dicantumkan angka 75 yang artinya HUT-RI ke 75 tahun desain terbaru, disebelahnya tersusun kotak-kotak merah putih sehingga mirip simbol salib.

Karena menimbulkan keresahan, menurut Ustaz Fadhlun Ali Tokoh Aliansi Ummat Islam Karanganyar mendapat keterangan dari Pihak Setda Karanganyar melalui telepon pada hari Rabu 5 Agustus 2020.

Akhirnya Setda dan Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan untuk menarik kembali spanduk dirgahayu HUT-RI mirip simbol salib tersebut di seluruh wilayah Karanganyar.

Ustaz Fadhlun berpesan kepada Ummat Islam agar peka, sensitif terhadap agamanya. “Umat Islam jangan sampai kocolongan dengan adanya upaya-upaya terselubung kristenisasi melalui simbol-simbol salib di tempat publik dan Umat Islam harus mempunyai ghiroh dalam menjaga dienul Islam” tandasnya.

Abu Hambro, salah satu tokoh perwakilan AUIK juga berpesan kepada umat Islam agar kritis terhadap dominasi pendidikan yan sangat liberal dan cenderung sering menyudutkan umat Islam.

“Ummat Islam harus bangkit untuk mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah agar maklumat undang-undang dalam pembukaan UUD 1945 yang substansinya mencerdaskan kehidupan bangsa bisa tercapai” tambahnya.

Sepanduk tersebut adalah desain terbaru yang direlease secara resmi oleh Sekretariat Negara (Setneg) dan telah terpasang secara nasional. Belum ada penjelasan dari pemerintah melalui Setneg terkait simbol kotak-kotak mirip salib tersebut.

Hanya Template
 
Rupanya, mozaik  yang dimaksud oleh DSKS tak berlaku paten.Mozaik tersebut merupakan 10 template yang disediakan oleh Kemensesneg.
Masyarakat bebas menyusun 10 template tersebut dengan model yang diinginkan.
 
Selain itu, masing-masing mozaik, dalam surat tersebut mempunyai arti tersendiri.Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sendiri tidak memasang ke sepuluh mozaik yang dipermasalahkan oleh DSKS tersebut.
 
Sedianya, Pemkot Solo memasang simbol 75 yang tersedia dalam logo tersebut.

"Kalau Pemkot kan tidak memakai itu, logonya terlalu ruwet," tandasnya.

Editor : Taat Ujianto