• News

  • Peristiwa

Jonan Mestinya Dapat Bintang, DS: Malas Taruh Foto Mereka, Saya Wakilkan Sepatu Saya aja

Denny Siregar
Foto: Istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar, Selasa (11/8/2020) membuat cuiatan menyindir rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputra Nararya kepad Fadli Zon.

Dalam akun FB-nya, Denny membuat cuitan panjang. Ia mengaku kecewa dengan penghargaan itu. Semestinya, sosok Jonnan yang dapat penghargaan karena jasanya sudah berhasil merebut Freeport, misalnya. 

"Tapi ya begitulah, peraturannya yang bilang begitu. Bukan kehendak Presiden pribad", katanya.

Denny pun mengritik kenapa Prof Mahfud MD seperti dengan bangga mengumumkannya. Mungkin benar kata Jokowi, kalau banyak Menterinya yang tidak punya sense of crisis, termasuk tidak punya sensitivitas pada situasi.

"Tidak perduli apakah yang dia nyatakan ke publik itu melukai hati banyak orang. Yang pasti, saya malas menaruh foto mereka itu disini. Saya wakilkan dengan sepatu saya aja. Sepatu saya lebih jujur dalam bersikap, meski sama tuannya jarang dicuci..," tutur Denny

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

NYINYIR DOANG EH DAPET BINTANG

Membaca twit Prof Mahfud MD tentang rencana penganugerahaan bintang Mahaputra nanti tanggal 17 Agustus, kepada duo F, Fadli dan Fahri, membuat kita semua tersentak..

Kok bisa ya ? Prestasi apa dari mereka selama ini ? Wong kerjaan nyinyir kok dapat bintang ? Payah, bintang Mahaputra jadi turun nilai dan maknanya gitu..

Ya, siapa yang tidak kuciwa ? Sampai sekarang juga saya tidak menemukan kelebihan apapun dari mereka kecuali berat badan. Beda misalnya kalau yang diberikan bintang adalah Ignatius Jonan karena jasanya sudah berhasil merebut Freeport misalnya.

Tapi ya begitulah, peraturannya yang bilang begitu. Bukan kehendak Presiden pribadi.

Menurut Prof Mahfud, mantan ketua/wakil ketua lembaga negara yang sudah selesai masa periode jabatan, otomatis dapat bintang asal dia tidak tersangkut masalah hukum. Mirip  dengan ASN, yang dapat bintang satya lancana karena sudah kerja 10 tahun, meski prestasinya ga ada selain datang, duduk, pulang dan dapat uang.

Jadi mau tidak mau kita terima aja, meski sesek rasanya di dada ketika sebuah bintang Mahaputra harus disematkan bukan karena maknanya, tapi karena begitu bunyi aturannya.

Seandainya Rangga Sunda Empire dulu pernah menjadi ketua lembaga negara, dia pun dapat bintang juga.

Cuma yang harus saya kritik, kenapa Prof Mahfud MD seperti dengan bangga mengumumkannya ya ? Mungkin benar kata Jokowi, kalau banyak Menterinya yang tidak punya sense of crisis, termasuk tidak punya sensitivitas pada situasi. Tidak perduli apakah yang dia nyatakan ke publik itu melukai hati banyak orang.

Yah, politik itu sebenarnya banyak humornya. Jadi kita anggap aja itu lawakan belaka, sebuah pemberian penghargaan dalam bentuk parodi. Jangan sensi-sensi amat.

Yang pasti, saya malas menaruh foto mereka itu disini. Saya wakilkan dengan sepatu saya aja. Sepatu saya lebih jujur dalam bersikap, meski sama tuannya jarang dicuci..

Seruput kopi..
Denny Siregar

Fadli Zon salah satu penerima penghargaan

Sebelumnya melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020), Mahfud MD mengatakan, keduanya mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya. Pemberian bintang tanda jasa tersebut diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI.

"Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," tulis Mahfud.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Fahri dan Fadli karena telah menuntaskan jabatan sebagai Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Fadli merupakan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra. Sementara itu, Fahri merupakan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS.

Namun, saat ini, Fahri diketahui sudah keluar dari PKS dan bergabung dengan Partai Gelora.

"Rakyat 'dianggap' mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yang purnatugas satu periode mendapat bintang tersebut," ujar Mahfud.

Editor : Taat Ujianto