• News

  • Peristiwa

Heboh Salib di Spanduk HUT RI, MLT: Sepertinya Malah Mirip Bendera Jepang Campur Majapahit

SpandukHUT RI yang dipermasalahkan warga
Infomenia.net
SpandukHUT RI yang dipermasalahkan warga

SOLO, NETRALNEWS.COM - Di sosial media, ramai warganet gunjingkan logo HUT RI disebut-sebut mirip dengan tanda salib. Salah satu yang mempersoalkan adalah ormas di Solo.

Mereka memprotes desain spanduk HUT kemerdekaan ke-75 RI karena disebut mirip simbol salib. Ternyata tanggapan ormas tersebut juga diamini oleh tak sedikit pengguna media sosial.

Padahal, desain yang diprotes merupakan desain resmi yang dikeluarkan pemerintah pusat. Ali Mochtar Ngabalin dari Kantor Staf Presiden pun menegaskan desain tersebut bukanlah salib.

Menanggapi polemik itu, akun FB @Mak Lambe Turah, Selasa (11/8/2020) ikut membagikan tautan dan cuitannya ditanggapi banyak netizen. Ada netizen yang menanggapi vampire bisa terbakar, kejang di film setan, hingga soal mirip bendera Majapahit.

Mak Lambe Turah: sepertinya malah mirip bendera jepang campuran bendera majapahit ini mah wkwkkk

Vèro: Kalau golongan vampir soalnya sensi mak, bisa habis terbakar nanti...

Ngurah Artama: Yang bikin heran kenapa ya.kok semua dikaitkan dengan agama.cobak kalow dikasi fotonya Maria osawa ntar takutnya pada ngilrer

Asih Rachmawati: Lihatnya pakai mata sebelah yang sebelah belum ke buka

Supriyanto: Dia akan kejang" dan mati berdiri gara" gambar yang mirip salib. Di film" kl ngusir setan pk salib

Sebelumnya diberitakan, salah satu ormas di Solo sudah menyampaikan protesnya kepada Pemkot Solo beberapa waktu lalu. Spanduk tersebut terpasang di sejumlah titik di Kota Solo.

"Sudah kami sampaikan kepada Pemkot Solo agar sebaiknya mengganti desain spanduk tersebut dengan desain lainnya," kata perwakilan ormas, Endro Sudarsono kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Apa makna desain yang disoal ini?

Perihal desain spanduk HUT ke-75 RI kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Kemensetneg menjelaskan, makna desain sudah tercantum di berkas

'Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 & Pedoman Visual Penggunaan' yang dapat diunduh di situs setneg.go.id.

"Arti dan makna logo dan turunan ada di pedoman visual di atas," kata Sekretaris Kemensetneg Setya Utama lewat pesan singkat seperti diukil Detik.com.

Seperti dilihat detikcom, Selasa (11/8/2020), konfigurasi yang dipermasalahkan dan dinilai mirip salib adalah 'supergraphic'.

Dijelaskan bahwa supergraphic terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila.

Supergraphic ini bersifat abstrak. Artinya, ini tidak merujuk kepada simbol agama tertentu.

"Untuk pengaplikasiannya, supergraphic ini cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan tadi menjadi satu kesatuan bentuk," tulis penjelasan mengenai supergraphic.

Di samping supergraphic, elemen yang wajib dicantumkan pada visual penggunaan adalah logo kemerdekaan ke-75 RI. Guratan angka 75 ini memiliki arti pemerataan ekonomi dan kualitas hidup, progres kerja dinamis, serta regenerasi dan kerja yang konsisten.

Selain itu ada logo Bangga Buatan Indonesia yang meliputi gabungan logogram dan logotype dengan sentuhan modern. Logo Bangga Buatan Indonesia menggunakan warna merah dan putih sebagai warna utama untuk menunjukkan perasaan bangga membeli produk lokal.

Nantinya, logo peringatan HUT ke-75 RI dapat diaplikasikan untuk umbul-umbul, poster, billboard, spanduk, media sosial, gambar profil, maupun diimpelentasikan ke merchandise. Elemen yang dipasang meliputi logo '75 Indonesia Maju', supergraphic, dan logo 'Bangga Buatan Indonesia'.

Editor : Taat Ujianto