• News

  • Peristiwa

Diserang via Medsos Soal Jakarta Zona Hitam, Ini Serangan Balasan Loyalis Anies ke FH

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaea
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaea

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Loyalis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerang balik Kepala Biro ESDM Partai Demokrat Ferdinad (FH) Hutahaean. Hal itu setelah sebelumnya politisi Partai Demokrat tersebut menyerang kinerja orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta.

Melalui media sosial, baik akun Twitter maupun Instagram, Ferdinand mengeshare sebuah foto yang menunjukkan peta Jakarta, semuanya masuk zona hitam Covid-19.

Serangan balik disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga yang menuding Ferdinand tak paham tentang kinerja Anies.

"Ferdinand Hutahaean mestinya tahu, bertambahnya kasus positif Covid-19 di Jakarta per harinya karena Pemprov DKI paling aktif melakukan rate tes PCR dibanding daerah lain. Tes PCR sudah melampui jauh dari persyaratan WHO mencapai 46 360 orang, sehingga dapat diketahui kasus dan jumlah warga Jakarta yang positif Covid-19," kata Rico.

Aktifis senior Jakarta ini menegaskan, Ferdinand harusnya tahu jika dia mengikuti dengan serius penjelasan Anies Baswedan pada acara ILC TVone pada Selasa (11/8/2020).

Sebab, Gubernur Anies sudah menjelaskan dengan gamblang di acara bergengsi tersebut. "Saya juga minta agar Ferdinand tidak asal cuit di medsos. Kalau dia tidak suka secara personal terhadap Gubernur Anies, ya kritiknya harus rasional dong, jangan asal bunyi (asbun) seperti orang tidak sekolah saja," tegas Rico dengan nada tinggi.

Seperti diketahui politisi Partai Demokrat itu mencuit, "Prestasi Gubernur Jakarta!! Pak Gubernur tidak ingin menciut tentang zona hitam ini? Bukannya mengurusi Covid-19, malah mengurusi ganjil-genap. Gubernur sesat dipikir logika," kata Ferdinand dalam akun Twitter, @FerdinandHaean3 pada Selasa (11/8/2020).

Merespon cuitan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga telah mengklarifikasinya. Ariza, sapaan akrabnya, meluruskan jika informasi yang disebarkan Ferdinand masuk kategori hoax. Dia pun meminta masyarakat bisa lebih teliti untuk memilah informasi. 

"Saya memohon maaf atas informasi hoax tersebut, tetap berpesan menjalankan 3M; memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak 1,5 meter dari jarak interaksi," kata Ariza di akun Twitter, @BangAriza.

Tak tahan dihujat, status Ferdinand tersebut kini sudah menghilang alias dihapus. Setelah itu, Ariza mengimbau agar masyarakat tidak usah mempercayai soal isu zona hitam yang berkembang di masyarakat.

Pasalnya Pemprov DKI selalu melakukan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Adapun salah satunya, menurut Ariza dengan mengindentifikasi kasus Covid-19 dengan memperbanyak tes swab. Tujuannya supaya bisa menyelesaikan masalah penyebaran Covid-19.

"Soal zona hitam hoax, kita selaku Pemprov DKI selalu survei, kan di Jakarta memang penyebarannya tinggi karena disebabkan testing banyak. Luar biasa testing kita. Jumlahnya bisa 5.000-10 ribu per harinya. Sudah jauh di atas 55 ribu lebih (per pekan)," kata Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (12/8/2020).

Ia mengatakan, menyelesaikan penyebaran Covid-19 harus bisa diindentifikasi masalahnya terlebih dahulu. Karena langkah itu merupakan solusi untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19.

"Ya kalau testing diperbanyak memang angka penyebarannya dapat lebih terlihat. Adapun tujuan memperbanyak testing agar mengetahui kasusnya," kata politikus Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, informasi zona hitam hoax ini sudah diumumkan dalam akun @jalahoax di akun Instagram yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI.

Ariza mengingatkan masyarakat tentang beragam disinformasi, yang sifatnya merugikan, menipu, menapulasi, sumber copyright ditiru, konten isi media informasi salah, infomasi tidak mendukung konten dan judul dan informasi bersifat tidak ada niat untuk merugikan, namun berniat mengelabui.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati