• News

  • Peristiwa

Pigai Sebut Penghargaan Bintang Jasa untuk Fadli dan Fahri Hanya Basa-Basi

Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan dan HAM.
Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan dan HAM.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke-75 pada 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Beberapa di antaranya adalah, Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya

Mengetahui hal ini, Aktivis Natalius Pigai turut memberikan komentar. Dia menilai penghargaan pada Fadli dan Fahri hanyalah sekedar basa-basi. 

"Sy ttp konsisten pd pendapat, jk Jokowi bkn pendendam &  pembenci kenapa Fadli Zon & Sy diusul Pak Prabowo tp Jokowi tolak? penghargaan sekedar basa basi," kata Pigai, dikutip dari cuitannya, Kamis (13/8/2020).

Lebih lanjut Pigai mempertanyakan, apakah pasca penghargaan, Fadli dan Fahri akan mendapatkan jabatan tertentu. Dirinya sendiri mengaku pesimis, pasalnya dia klaim ada dugaan rasis dan benci pada Papua.

"Pasca  penghargaan ini, apa Jokowi akn tunjuk Fadli & Fahri Jabatan?. Kalau Sy, Org Papua sdh duga dia rasis & benci Papua," tegas Pigai. 

Sebagai informasi, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Kemerdekaan RI, Presiden Jokowi menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada tokoh-tokoh terpilih. 

Tahun ini, menjelang HUT RI ke-75, tanda jasa Medali Kepeloporan dan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi dianugerahkan kepada 53 orang. 

Pada unggahan Instagram, Jokowi sampaikan, mereka yang berhak menerima tanda jasa dan tanda kehormatan ini adalah orang-orang yang telah berjasa dan berprestasi luar biasa dalam merintis dan mengembangkan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan, lingkungan, dan/atau bidang lain serta berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara. 

"Pertanyaan mengenai Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Ya, berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, bukan berarti bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah negara demokrasi. Saya berkawan baik dengan Fahri Hamzah dan bertemen baik dengan Fadli Zon. Inilah Indonesia," jelas Jokowi, dikutip dari wawancaranya usai memberi penghargaan.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P