• News

  • Peristiwa

Menag Segera Buat Program Dai Bersertifikat, Tokoh PA 212: Reshuffle Fachrul Razi

 Menag Segera Buat Program Dai Bersertifikat, Tokoh PA 212: Reshuffle Fachrul Razi
Kemenag
Menag Segera Buat Program Dai Bersertifikat, Tokoh PA 212: Reshuffle Fachrul Razi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak rencana Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan program dai/penceramah bersertifikat dalam waktu dekat.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya menolak dai bersertifikat karena progam tersebut bisa mengadu domba para dai dan itu bisa berakibat fatal bagi keutuhan bangsa.

"Jelas kami PA 212 menolak dai bersitifikat. Karena ini menurut saya sangat berbahaya, akan mengkotak-kotakan para dai atau mubaligh, bahkan bisa saling berhadap- hadapan," kata Novel melalui pesan singkat kepada netralnews.com, Jumat (14/8/2020).

"Dan ini adalah ajang adu domba para dai atau mubaligh, adu domba antar sesama anak bangsa yang sangat berakibat fatal bagi keutuhan bangsa," sambungnya.

Novel menambahkan, program tersebut juga berpotensi mengekang para dai/penceramah untuk menyampaikan kebenaran, termasuk mengkritisi dan mengontrol jalannya suatu kekuasaan agar tidak semena-mena terhadap rakyat.

"Dai atau mubaligh bersertifikat jelas adalah menjadikan seburuk-buruknya dai atau mubaligh bahkan ulama karena terkekang akan penyampaian yang benar," ujarnya.

"Padahal prinsip karakter dai adalah 'sampaikanlah yang benar walaupun pahit (Alhadist) dan juga 'sampaikanlah walau satu ayat' (Alhadist). Karena hakikatnya dai adalah oposisi dari penguasa yang akan selalu mengkritisi dan mengontrol jalannya suatu kekuasaan agar tidak semena-mena kepada rakyatnya dan juga tidak menyimpang," jelas Novel.

Lebih jauh, Novel berpendapat, adanya rencana penerapan program dai bersertifikat menunjukkan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi gagal paham dengan ajaran Islam. Karenanya, ia menyebut Fachrul Razi layak dicopot Presiden Jokowi dari jabatan Menag.

"Saya melihat Menag ini sudah selayaknya di-reshuffle karena orang yang jelas gagal paham dengan ajaran agama Islam itu sendiri," pungkas tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi menyatakan bahwa program dai/penceramah bersertifikat segera digulirkan dalam waktu dekat. Fachrul mengungkapkan program tersebut sudah dibahas bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres," kata Fachrul dalam keterangannya dikutip dari situs Kemenag, Kamis (13/8/2020).

Fachrul menyebut, program dai bersetifikat bertujuan untuk mencetak dai yang berdakwah di tengah masyarakat tentang Islam rahmatan lil alamin.

"Kita perlu punya dai bersertifikat yang berbicara Islam rahmatan lil alamin. Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran," ujarnya.

Fachrul berharap masjid nantinya tidak hanya sekadar menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Lebih dari itu, masjid bisa dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa.

"Masjid tempat beribadah sekaligus simbul kerukunan. Dari masjid juga bisa dibicarakan masalah kerukunan, sikap saling menghargai, dan membangun Islam rahmatan lil alamin," jelas Fachrul.

Lebih lanjut, Fachrul menyatakan program dai atau penceramah bersertifikat tidak mengikat. Program ini bisa diikuti penceramah yang berkenan mengikutinya. Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan.


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani