• News

  • Peristiwa

Insiden Cekcok di Pesawat, Putra Amien Rais Sudah Dimaafkan? Ini Reaksi Kocak Netizen

Ilustrasi insiden putra Amien Rais, Mumtaz Rais, terlebat cekcok di atas pesawat Garuda Indonesia
Infomenia.net
Ilustrasi insiden putra Amien Rais, Mumtaz Rais, terlebat cekcok di atas pesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Insiden putra Amien Rais, Mumtaz Rais, terlebat cekcok di atas pesawat Garuda Indonesia masih menjadi sorotan warganet di sosial media. Baru-baru ini, dikabarkan, persoalan itu telah dianggap selesai. Begitu pula permasalahan Mumtaz dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di tempat yang sama.

Hal itu ditegaskan oleh Waksekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Irvan Herman yang juga berada di dalam pesawat bernomor penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta.

Dalam keterangan tertulis kepada Kompas TV, Irvan mengatakan politikus PAN, Pangeran Khairul Saleh, selaku pemimpin rombongan sudah meminta maaf kepada crew Garuda serta kepada Nawawi Pamolango.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Jumat (14/8/2020) ikut membagikan tautan dan cuitannya ditanggapi banyak warganet.

Mak Lambe Turah: jadi persoalan sudah kelarrrrr... yahgitu deh....

Arofick El: Penonton bubarrr dengan kecewa

Na Rin Ct: Enak ya

Na Rin Ct: Tuman. Shrus e di kasih pelajaran dlu biar gk belagu

Ta Putrita: Oo jadi nanti lain kali kita penumpang pesawat boleh telponan donk . Kalau ditegur ngamuk aja . Toh kalau dilaporin minta maaf, selesai . Bener-bener ya peraturan dibuat buat dilanggar. Yes !!!

Antara Palis: Gk heran kok, like father like son, dh gtu aja.

Sebelumnya diberitakan, permintaan maaf itu pun sudah ditanggapi pihak Garuda yang menyampaikan persoalan pun selesai. "Kami pun menganggap sudah dimaafkan dan persoalan ini selesai," kata Irvan, Jumat (14/8/2020).

Usai insiden tersebut, lanjut Irvan, antara Pangeran dan Nawawi juga sudah bersikap biasa, serta berbincang santai terkait pekerjaan. Begitupula ketika turun dari pesawat, semua pihak sudah damai dengan suasana yang cair.

"Makanya kami justru heran kalau ada pelaporan terkait insiden tersebut," ujar Irvan.

Irvan menyayangkan perbedaan sikap antara crew di pesawat dengan Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra yang keberadaannya di darat. Irvan juga mempertanyakan sikap Dirut Garuda yang berkomentar di media massa.

"Dirut Garuda seharusnya ikut menjaga kenyamanan penumpang bukan malah ikut memperkeruh suasana," tukasnya.

Irvan meluruskan insiden yang terjadi di atas pesawat beberapa waktu lalu itu.

Menurutnya, penggunaan handphone yang dilakukan Mumtaz Rais terjadi pada saat pesawat transit di Bandara Ujung Pandang Makassar, bukan saat boarding.

Diakui Irvan, terjadi perdebatan antara Mumtaz Rais dengan pramugari yang meminta alat komunikasi dimatikan. Termasuk juga perdebatan dengan Nawawi Pamolango.

"Namun masalah ini sudah bisa diselesaikan secara baik pada saat itu juga oleh pimpinan rombongan Bapak Pangeran Khairul Saleh yang duduknya di pesawat dekat dengan Mumtaz Rais dan Pak Nawawi Pamolango," jelas Irvan.

Pernyataan Polisi sebelumnya

Polda Metro Jaya membenarkan Mumtaz Rais, putra mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais terlibat cekcok. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan GS 643 Garuda Indonesia dengan rute Gorontalo menuju Jakarta pada Rabu (12/8/2020) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan Mumtaz pertama kali terlebih dulu terlibat cekcok dengan pramugri maskapai. Alasannya, Mumtaz menggunakan ponsel saat pesawat tengah boarding transit mengisi bahan bakar di Makassar.

"Awal mula itu dari pertama orang itu MR ditegur dengan pramugari selama tiga kali," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Alih-alih berhenti menggunakan ponsel, Mumtaz justru terus terlibat cekcok mulut dengan sang pramugari. Menurut Yusri, tak jauh di sekitar sana ada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Pamolango Nawawi yang membantu menasihati Mumtaz.

Ketika ditegur, Mumtaz justru semakin marah dan terus terlibat cekcok mulut. Alhasil, lanjut dia, keduanya mengadukan kejadian tersebut ke Pos Pol Bandara Soekarno-Hatta.

"Setelah ditegur oleh pegawai KPK ini, malah dilawan ribut. Kemudian turun dari itu ngadu ke pospol tapi belum ada laporan," tukasnya.
Malah Bentak Awal Kabin

Amien Rais diyakini telah mengetahui kasus yang menimpa putranya, Mumtaz Rais yang dilaporkan Wakil Ketua KPK ke kepolisian akibat insiden di atas pesawat.

Hal itu diungkapkan loyalis Amien Rais, Agung Mozin saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (14/8/2020).

Mozin menyebut, sebagai orang tua, Amien Rais pasti merasa sedih atas insiden tersebut.

"Pak Amien Rais pasti sudah tahu kasus ini lewat media juga, sebagai orang tua pasti sedih tapi ya gimana, nasi sudah jadi bubur, ditelan saja," kata Mozin.

Diketahui, insiden itu akibat dari perdebatan yang terjadi Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango.
nsiden itu terjadi saat keduanya menaiki maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta, pada Rabu (13/8/2020) kemarin.

Peristiwa ini bermula ketika Mumtaz sedang asyik menelepon saat pesawat dalam kondisi mengisi bahan bakar atau refueling sewaktu transit di Makassar.

Lantas, dia ditegur petugas kabin dua kali namun tak dindahkan. Mumtaz malah marah dan membentak petugas saat diperingatkan untuk ketiga kalinya.

Nawawi yang duduk di sebelah lantas mengingatkan Mumtaz agar mematuhi peraturan dan tak memarahi petugas. Namun peringatan itu dibalas Mumtaz dengan berbalik memarahi Nawawi dan menantangnya.

Mozin sangat menyesalkan insiden terjadinya insiden tersebut karena saat ini Mumtaz menyandang nama besar ayahnya dan diitambah lagi sudah menjadi mantu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

"Menurut saya, dia kan sudah dewasa dan sudah tahu mana yang baik dan buruk, pilihan etis ada di hadapannya apalagi menyandang nama besar Pak Amien Rais ditambah lagi sudah menjadi mantu Ketua Umum Partai Amanat Nasional. Belum lagi mempunyai posisi sebagai ketua DPP PAN bidang organisasi sangat strategis, jadi apa yang dia lakukan menjadi tanggung jawab pribadinya," ujar Mozin.

Sempat dilaporkan ke polisi

Dikutip dari Warta Kota,  Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango melaporkan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, ke polisi. Pelaporan ini merupakan buntut keributan keduanya di atas pesawat Garuda Indonesia.

Nawawi melaporkan Muntaz Rais ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Nugroho membenarkan pelaporan tersebut.

Menurut Adi, Nawawi melaporkan adanya keributan itu ke pospol Terminal 3 Bandara Soetta.

"Beliau datangi Pospol dan melaporkan soal kejadian ini," ujar Adi, dikutip dari Warta Kota, Kamis (13/8/2020).

Atas pelaporan ini, kata Adi, pihaknya akan mendalaminya dan memeriksa keterangan dengan sejumlah pihak terkait.

"Kami akan meminta kerja sama pihak Garuda Indonesia untuk menghadirkan cabin crew yang bertugas dalam penerbangan itu," ucapnya.

Menurutnya keterangan saksi-saksi sangat diperlukan, bila kasus tersebut dilanjutkan ke ranah hukum.

Sementara Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menerangkan, keributan yang dimaksud adalah, adanya adu argumen antara Mumtaz Rais dengan Nawawi Pamolango saat berada di atas pesawat.

Keributan ini antara kedua tokoh ini terjadi dalam penerbangan GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dituturkan Irfan, keributan bermula saat putera Amien Rais kedapatan menggunakan handphone ketika pesawat sedang boarding dari Gorontalo, dan juga ketika pesawat sedang melakukan refueling saat transit di Makassar.

Cabin crew yang mengetahui hal ini melakukan peneguran, namun Mumtaz Rais tidak mengindahkan. Ketika mendapat teguran untuk ketiga kalinya, Mumtaz Rais malah membentak-bentak cabin crew.

Nawawi yang berada dalam satu pesawat dengannya berupaya agar Muntaz Rais patuh aturan dan jangan memarahi petugas. Namun Mumtaz Rais tidak terima dengan saran Nawawi, dan berbalik marah kepada Nawawi.

"Kami akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberi informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," kata Irfan.

Irfan menekankan kepada para penumpang maskapai Garuda Indonesia untuk komitmen terhadap penerapan safety pada operasional penerbangan.

Editor : Taat Ujianto