• News

  • Peristiwa

Bawa Bom Molotov saat Demo di Senayan, DS: untuk Ciptakan Kerusuhan Agar Tensi Meningkat

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan dua orang pria yang membawa bom molotov dan pelindung gas air mata di Stasiun Palmerah, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurut Kasatreskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Teuku Arsya, keduanya mengaku akan ikut berdemontrasi di depan kompleks parlemen, Senayan. 

Pegiat media sosial, Denny Siregar pun ikut gerah dengan tindakan oknum yang mencoba menciptakan kerusuhan ini dengan menumpangi demo buruh. Menurutnya, ini semua terkait dengan masalah Omnibus Law,  karena jika tercipta kerusuhan, apalagi di tengah situasi menjelang resesi, maka tensi akan semakin meningkat.

"Dari awal gua udah memperkirakan, masalah Omnibus Law ini akan mereka bawa ke arah kerusuhan dgn menumpangi demo buruh.

Mereka mau manfaatkan situasi menjelang resesi ekonomi utk meningkatkan tensinya," ujar Denny di akun Twitternya, Jumat (14/8/2020).

Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya, mengonfirmasi telah menangkap dua orang yang membawa bom molotov tersebut.

Menurut dia, kedua pria itu hendak bergabung dalam demonstrasi di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

"Benar, masih didalami," kata Arsya.

Satu orang berinisial D (27) bertempat tinggal di Bekasi dan merupakan anggota dari salah satu ormas.

Seorang lain berinisial R (23) dari Jakarta Timur.

"Barang bukti yang diamankan dari kedua orang tersebut berupa bom molotov dan alat pelindung gas air mata serta beberapa stiker buku," ucap Arsya.

Saat ini kedua tersangka diamankan di Polres Metro Jakarta Barat untuk diperiksa lebih lanjut.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati