• News

  • Peristiwa

Veronica Koman Disebut Pembela Papua, Ferdinand dan Netizen Malah Bilang Begini

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean
Istimewa
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari sebuah judul berita media online " Veronica Koman, Pembela Papua yang Diminta Kembalikan Beasiwa".

Ferdinand dengan tegas melalui cuitan di akun Twitternya mengatakan bahwa Veronica Koman adalah pengkhianat bangsa karena dia telah membela Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

OPM merupakan organisasi terlarang yang ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ferdinand juga mengatakan Veronica Koman merupakan borunan Polri sekaligus pengkhianat bangsa.

"dia bkn pembela Papua tp pembela separatis OPM yg hanya puluhan orang. Papua bagian dr NKRI dan rakyat Papya cinta Indonesia. Jd apa yg dibela @VeronicaKoman ? Tdk ada kecuali separatis.

Dia adlh buronan Polri dan penghianat bangsa," tulis Ferdinand, Sabtu (15/8/2020).

Cuitan Ferdinand pun direspon berbagai komentar, berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Sabtu (15/8/2020).

@AnakMedan: Jgn pulang lagi. Sampah spt vero atau rijik tdk beda jauh. Dua2nya perusak bangsa.

 @VeronicaKoman bak pahlawan utk Papua padahal yang dia perjuangkan isi perutnya sendiri dan segelintir sparatis, lalu dimana anda menempatkan indonesia dlm label PEMBELA Papua?

@Agus89487579: Apa yang salah kalau Veronica berbicara tentang kenyataan HAM Papua???

Itu bukan isu yang TDK bisa dipertanggungjawabkan tetapi sebuah kenyataan...

Yang tidak bisa dilihat hanya dengan sebelah sisi.

@jkwbtp: @VeronicaKoman pengkhianat bangsa pembela separatis ayo klo loe masih betina datang ke indonesia langsung masuk kandang loe

Sebelumnya pegiat hak asasi manusia (HAM) Veronica Koman kembali bikin geger setelah mengaku diminta pemerintah mengembalikan uang beasiswa senilai lebih dari Rp773 juta saat menempuh jenjang pendidikan pascasarjana di Australia.

Vero, yang merupakan peraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, itu mengklaim hukuman finansial itu dimaksudkan agar dirinya berhenti berbicara dalam mengadvokasi isu-isu HAM di Papua.

Editor : Nazaruli