• News

  • Peristiwa

Film Jejak Khilafah Diduga Diblokir, Tengku Zulkarnain Tagih Ini ke Presiden dan Wapres

Poster film Jejak Khilafah di Nusantara.
Facebook
Poster film Jejak Khilafah di Nusantara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, menurut KH Ma'ruf Amin khilafah itu tidak mungkin dihilangkan dari sejarah Indonesia. Dia tambahkan juga bahwa khilafah bahkan merupakan sejarah dunia.

Akan tetapi, kesepakatan pada 18 Agustus 1945, kita memilih Negara Kesatuan berfalsafah Pancasila dan UUD 1945. Tengku Zulkarnain lantas mempertanyakan, mengapa sekarang ada keluhan khilafah sebagai sejarah? 

"Dengan ini saya meminta jawaban resmi dari pak @jokowi sebagai Presiden RI, Yai Ma'ruf Amin dan pak @mohmahfudmd :"Apa alasan Keluhan Pemerintah atas Video Jejak Khilafah sebagai Sejarah?"," tegas dia, dikutip dari cuitannya, Kamis (20/8/2020).

Pernyataan ini disampaikan Tengku Zulkarnain, mengomentari video "Jejak Khilafah di Nusantara" yang tidak tersedia. Menurut keterangan yang Tengku Zulkarnain baca, konten tidak tersedia di domain negara karena ada keluhan hukum dari pemerintah.

"Apakah ada hukum negara yg dilanggar?

NKRI negara hukum, tidak boleh sewenang wenang...!," tegas dia.

Lebih lanjut Tengku Zulkarnain ajak para pemuda dan intelektual muslim Indonesia untuk membuat kembali film. Film yang dimaksud "Jejak Komunis dan Kebiadabannya". 

Usul itu disampaikan Tengku Zulkarnain, untuk sekadar membuktikan apakah akan dihapus atas keluhan hukum pemerintah atau tidak.

"Buat juga "JEJAK PENJAJAH dan KEBIADABANNYA serta PARA LONDO IRENG yg MEMBANTU PENJAJAH"

Kita lihat dikeluhkan Pemerintah atau tidak...," tegas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P