• News

  • Peristiwa

Tak Promosikan Kinerja Pemerintah tapi Bully Orang, Jansen Minta BPK Audit Anggaran Buzzer

Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon
Demokrat
Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengkritisi aktivitas di media sosial (medsos). Menurutnya, keberadaan buzzer memang nyata.

Dikatakannya, saat ini keberadaan buzzer tak lagi sebagai promosi kinerja pemerintah, namun menyerang dan membully orang.

Untuk itu, agar tidak jadi gosip dan jelas pengunaannya, dirinya meminta BPK RI untuk mengaudit anggaran yang turun, karena keberadaan buzzer menggunakan uang negara.

"Semakin membuktikan kalau buzzer itu memang ada. Krn pakai uang negara baiknya @bpkri audit serius soal ini. Agar tidak jadi gosip, jelas penerima dan penggunaannya. Karna makna buzzer ini skrg bukan promosi kinerja pemerintah tapi nyerang dan bully orang? kritis di media sosial," kata Jansen dalam akun twitternya @jansenjsp.

Cuitan Jansen Sitindaon pun mendapat tanggapan dari netizen. Berikut komentar netizen,

aminhamzah @hmzpg89 : Rakyat lihat dan menguji @bpkri atas independensinya, profesionalismenya, samna pertanggungjawabannya pada rakyat dan
tunjukan hasilnya ke publik klo itu memang ada

Repaksi @Repaksi1 : Beneran buzzer dibiayai negara? Wah ini pelanggaran berat kalau bener? Emang sdh ada pasalnya di UUD? Yg sy tahu adalah, Fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara negara.

Jims Talona @JimsTalona : Cerdas, bagaimana dgn pemikiran mu lae @FerdinandHaean3, biasa nya kl msh bermain di kolam keruh msh terjajah pemikiran nya

RS @aaeman7 : Manteeppp..baikjuga lewat Fraksi PD d DPR menanyakan atau lakukan invesrigasi hal ini...apa manfaat uang negara utk para buzzer ini

Bang Ido @Bangldo3 : Gmna caranya jadi buzzerRP ya, kayaknya lumayan disaat ekonomi amburadul. Wkwkwkwk

mw @lsoWira : BPK dan Lembaga Negara lainnya, mereka di gaji untuk bekerja, bukan untuk diam!

qhevhą @dhe_angelz : Apakah DPR akan segera mengambil langkah menyikapi temuan dari ICW ini Bang?

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani