• News

  • Peristiwa

Terkait Kasusnya Otto Somasi Telkomsel Rp1 Triliun, Denny: Gak Kegedean Bang ?

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengacara kondang, Otto Hasibuan mensomasi perusahaan provider Telkomsel untuk mengganti kerugian sebesar Rp1 Trilyun atas kebocoran data kliennya Denny Siregar.

Terkait somasi kuasa hukumnya, Denny Siregar mengatakan, setelah beberapa kali pertemuan dengan pihak Telkomsel belum ada upaya apapun terhadap keamanan data.

Untuk itu Otto melayangkan somasi untuk ganti kerugian sebesar Rp1 triliun. Ia pun menanyakan, apakah jumlah tersebut terlalu besar.

"Sesudah bbrp pertemuan dgn @Telkomsel tp belum ada upaya apapun thd keamanan data, bang @ottohsb langsung layangkan somasi

keras.Gak kegedean, bang ?" Kata gua lugu," kata Denny dalam akun Twitternya, @Dennysiregar7.

"Angka psikologis penting, spy ada efek

jera.." Ah, gua ikut aja, die pakarnya," lanjut Denny.

Diketahui surat somasi tersebut dikatakan Otto Hasibuan, untuk 7 hari kedepan sejak, Kamis (03/09/2020).

Otto juga beranggapan, surat somasi yang dilayangkan guna melindungi masyarakat luas terhadap kerahasiaan data pribadi konsumen yang harus dijaga oleh perusahaan.

Selain itu, ia juga mendorong DPR RI untuk membuat UU perlindungan data pribadi.

"Hal lebih penting kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia dan perbuatan ini pidana dan bisa dituntut secara pidana dan perdata. Jangan hanya tanggung jawab si pekerja. Namun, majikan turut bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Dalam hal ini, Telkomsel," papar Otto.

Otto menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal pada tanggal 5 Juli 2020, Denny Siregar mem-posting kepada Telkomsel kenapa data bisa dibuka, lalu pada 10 Juli 2020, Denny Siregar akhirnya melapor ke Polda.

"Denny Siregar adalah influencer yang terkenal dan selalu menjaga data pribadi. Ada kekhawatiran keamanan keluarganya. Rumah Denny Siregar didatangi orang dan kadang-kadang ada yang duduk di dekat rumah Denny Siregar dan membuat keluarga ketakutan; sangat terganggu sekali dan mengancam pekerjaannya," beber Otto dalam keterangan persnya.

Pengacara yang sempat menarik perhatian publik, terkait kasus pembunuhan kopi sianida ini menegaskan, akan melanjutkan ke Pengadilan jika tidak terjadi kesepakatan pada kedua belah pihak, terkait surat somasi yang dilayangkannya.

Sementara itu, Denny Siregar yang duduk disebelah Otto Hasibuan menjelaskan, bahwa dirinya mendapat intimidasi sejak terjadi kebocoran data pribadinya.

"Saya khawatir ada perkusi kepada saya dan kemungkinan ada penyerangan kepada saya, sampai sekarang, kami alami teror mental dan pengiriman barang COD yang meminta rumah untuk membayar. Saya sejak lama berbeda pandangan politik dan saya banyak mengamati isu radikalisme. Saya anggap ini puncak untuk pelemahan kepada saya," tutup Denny.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli