• News

  • Peristiwa

Minta JKW Copot Ahok dari Pertamina, Netizen Malah Ungkit Gaduh Andre Rosiade Jebak PSK

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade
CNN Indonesia
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melalui akun Twitternya meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencopot Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Menurutnya, Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

Pernyataan Andre ternyata mengundang banyak respos dari warganet. Akun FB @Mak Lambe Turah, Rabu (16/9/2020) ikut membagikan tautan dan membuat cuitan:

Walo rame Ahok, Mak tidak akan lengah tetap mengawal duit untuk PSBB DKI yang akan cair cair....
Sekalipun sudha ada Lord Luhut yang mengawasin tapi bibir Mak juga perlu slalu melirik sana sini

Lain lagi dengan akun Fita Nur Susanti @Fita_Saffira yang membuat cuitan balasan. Ia bahkan mengungkit Andre Rosiade yang beberapa waktu lalu jadi sorotan karena disebut-sebut menjebak PSK dalam suatu penggerebekan di Sumatera Barat. Berikut cuitan Fita Nur Susanti:

Pak @pranowo yg sy hormati setelah melihat kinerja dan perilaku saudara @andre_rosiade sbg kader @Gerindra Sya usulkan ke Bapak utk mencopot saudara @andre_rosiade sbg kader partai anda karena kegaduhannya hanya menjebak psk dan kinerja yang bersangkutan juga biasa" saja.

 

Sebelumnya dilansir Detik.com, Andre menilai Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

"Menurut saya sebagai anggota DPR Komisi VI, ya, yang mitra BUMN bahwa tidak gunanya Presiden mempertahankan Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komut Pertamina. Kenapa? Pertama, ya, yang bersangkutan selalu membikin gaduh," kata Andre kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Permintaan Andre agar Ahok dicopot tak terlepas dari pernyataan perihal aib manajemen Pertamina. Sebab, menurut Andre, permasalahan internal Pertamina bukan untuk diumbar-umbar ke publik.

"Seharusnya komut itu kalau ada masalah, perbaikan, dia selesaikan di internal atau laporkan ke Menteri BUMN, tidak mengumbar ke keluar, sehingga menimbulkan kegaduhan dan memberikan citra negatif kepada Pertamina yang berjuang di semester kedua tahun 2020 ini untuk mengembalikan, mendapatkan keuntungan setelah di semester pertama rugi kan," papar Andre.

Andre menyayangkan upaya Pertamina memperbaiki kinerjanya justru dipatahkan dengan pernyataan-pernyataan Ahok yang negatif. Politikus Partai Gerindra itu lantas menyindir balik Ahok.

"Kalau memiliki kinerja baik, saya tanya, Pak Ahok itu bicara kilang, bicara ini, pernah nggak Pak Ahok... Pak Ahok itu ke kilang itu baru 1 kali, ke Tuban waktu mendampingi Presiden. Coba, pernah nggak ke kilang Pertamina yang lain?" sebut Andre.

"Lalu yang kedua, pernah nggak Pak Ahok ke unit hulu, ya, ke unit hulu Pertamina sekali saja? Catat kapan waktunya. Lalu tunjukkan ke kita prestasi Pak Ahok itu apa sih? Apa sih yang dilakukan Pak Ahok di Pertamina? Dia klaim ini kinerjanya. Yang mana?" imbuhnya.

Anggota DPR asal Sumatera Barat itu menuturkan perbaikan kinerja yang kini ditunjukkan Pertamina bukanlah hasil kerja Ahok. Karena itu, menurutnya, untuk perbaikan Pertamina ke depan, lebih baik Jokowi mencopot Ahok.

"Nah, untuk perbaikan ke depan, ya, saya usulkan sebagai mitra di Komisi VI DPR, saya usul Pak Jokowi lebih baik (Ahok) dicopot saja lah, supaya tidak menimbulkan kegaduhan, apalagi Pertamina lagi fokus perbaiki kinerja di semester kedua ini. Apalagi, Pertamina ini, sekarang di semester kedua ini, bulan Juni ini sudah mendapatkan laba operasi tercatat itu Juni 2020, 443 juta USD, di mana kinerjanya sudah kembali mulai membaik dan sudah mencatat laba operasi unit," papar Andre.

"Dan kalau direcoki dengan pernyataan-pernyataan yang menimbulkan kegaduhan dan citra negatif ke Pertamina itu kan nggak baik perusahaan, bagi korporasi. Kok komisaris malah bikin gaduh, komut malah memberikan citra negatif. Jadi lebih baik copot saja," lanjut dia.

Sekadar informasi, Komisi VI DPR merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang, perindustrian, perdagangan, koperasi UKM, BUMN, investasi dan standarisasi nasional. Mitra kerja Komisi VI, di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah, Kementerian Negara BUMN, termasuk seluruh BUMN dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Seperti diketahui, Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuka aib manajemen Pertamina. Ahok menyebut ada direksi yang hobi lobi menteri.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok melalui akun YouTube POIN seperti dikutip detikcom, Selasa (15/9).

Ahok juga mengumbar permasalahan pada sistem gaji di Pertamina. Ahok bilang, gaji pejabat tetap diberikan meski pejabat itu dicopot.

"Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama? Alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan Anda," sebut Ahok.

Editor : Taat Ujianto