• News

  • Peristiwa

Netizen: Saat Kamu Diam Lihat Hafiz Dicap Radikal, Maka Ganti Namamu dengan Ma‘ruf Amin

Fachrul Razi, Menteri Agama sebut radikalisme masuk islam dengan berbagai cara, salah satunya melalui penghapal quran..
Fachrul Razi, Menteri Agama sebut radikalisme masuk islam dengan berbagai cara, salah satunya melalui penghapal quran..

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah seorang netizen bernama Aline Yoana Tan menanggapi pernyataan Menteri Agama, Fachrul Razi yang menyebut beberapa cara radikalisme masuk Islam. Salahsatunya, melalui para hafiz Quran.

Menurut Aline, jika ada yang diam melihat hafiz Qur'an disebut radikal, maka gantilah nama kamu dengan Ma'ruf Amin.

"Jika Kamu Diam Saat Melihat Hafiz Qur'an Di Sebut Radikal, Maka Gantilah Namamu Dengan Nama Maruf Amin," kata Aline melalui akun Twitter, @Aline_YoanaTan.

Cuitan Aline ini pun mendapat komentar dari warganet lainnya. Berikut komentar warganet yang dirangkum NETRALNEWS.COM, 

#Pergulatan Patriot Vs.Pengkhianat : Wkwkwkwkwk... Aki2 Pikun emang perlu diganti dari MUI

BZ MEUE @lwanBotak19 : Diamlah! Sampai orang memanggilmu Maruf Amin..

Kennan Salman @sa_kennan : jika liat anak kecil sering diam, berarti cita cita nya Wapres..

Diketahui Menteri Agama Fachrul Razi dalam rapat bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara’ di saluran Youtube Kemenpan RB.

Dia membeberkan cara masuk kelompok atau paham Islam radikal ke lingkungan masjid di kawasan pemerintahan, BUMN, dan pemukiman warga. Dia menyampaikan ciri-ciri orang yang ampuh dan piawai menyebarkan paham tersebut.

Menag Fachrul mengatakan, paham radikal bisa disebar dengan mudah melalui orang berpenampilan baik yang kemampuan bahasa Arab-nya mumpuni.

Kalau saya lihat polanya, cara masuk mereka gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking (tampan/cantik), penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk, ikut menjadi imam, lama-lama orang di sekitar situ menjadi simpati dan diangkat jadi pengurus masjid,” ujar Fachrul.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P