• News

  • Bisnis

Inilah yang Ditunggu ASEAN dari Indonesia

Mendag membuat kesepakatan ekspor antar negara ASEAN.
Bisnis
Mendag membuat kesepakatan ekspor antar negara ASEAN.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 71 Tahun 2020 tentang Ketentuan Asal Barang Indonesia (Rules of Origin of Indonesia) dan Ketentuan Penerbitan Dokumen Keterangan Asal untuk Barang Asal Indonesia dalam ASEAN Trade in Goods Agreement (Persetujuan Perdagangan BarangASEAN).

Permendag ini mulai berlaku efektif pada 20 September 2020. Pada prinsipnya, Permendag tersebut akan memperluas pemanfaatan sertifikasi mandiri yang sudah lama diterapkan Indonesia dalamekspor barang kekawasan ASEAN. Permendag Nomor 71 Tahun 2020 ini memberi kemudahan fasilitasi eksporbagi para pelaku usaha dalam hal penerapan sertifikasi mandir iAsean Wide Self Certification(AWSC), khususnya dalam membuat ‘Deklarasi Asal Barang(DAB)untuk barang asal Indonesia’ sesuai dengan skema ASEAN Trade in Goods Agreement(ATIGA).

“Sejak tahun 2014, Indonesia telah mengimplementasikan skema sertifikasi mandiri.Namun, skema terdahulu hanya dapat dimanfaatkan oleh eksportir produsenuntuk eksporke beberapa negara di ASEAN saja. Seiring dengan perkembangan perjanjian perdagangan ASEAN, dibentuklah fasilitasi perdagangan terbaru yaitu AWSCyang dapat dimanfaatkan oleh eksportir, baik itu eksportir produsen maupun trader, ke seluruh negara ASEAN,” terang Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dalam siaran persnya, Sabtu. (19/9/2020).

Skema sertifikasi mandiri dalam AWCS ini akan mendorong ekspor Indonesia ke ASEAN, sebagai kawasan tujuan ekspor nonmigas yang sangat potensial bagi Indonesia.


“Dengan demikian, pemanfaatan fasilitasi ini akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi peningkatan ekspor Indonesia ke ASEAN dan peningkatan kelancaran arus barang ekspor Indonesia ke ASEAN,” imbuh Mendag Agus.

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Didi Sumedi mengatakan,penyederhanaan perizinan ekspor lewat sertifikasi mandiri ini akan mempercepatprosedur dan formalitas ekspor. Sehingga, ekspor Indonesia ke ASEANdapat terus didorongdan ditingkatkan.

“Dengan sertifikasi mandiri, eksportir Indonesia diberi pilihan fasilitas perdagangan untuk ekspor ke negara ASEAN menggunakan DAB yang dibuat melaluisisteme-Surat Keterangan Asal(e-SKA)dilamane-ska.kemendag.go.id;selain menggunakan SKA Preferensi (Form D) dan SKA Elektronik (e-Form D) yang diterbitkan oleh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA),” tutur Didi.

idi menambahkan, perkembangan fasilitasi perdagangan melalui sertifikasi mandiri diharapkan dapat mendukung produktivitas ekonomi dan keberlangsungan dunia usaha Indonesia.

“Para eksportir, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga diharapkan dapat memaksimalkan fasilitas ini,”pungkas Didi.

Editor : Sulha Handayani