• News

  • Peristiwa

Kasus Pelarangan Ibadah di Bekasi, Emil Angkat Bicara, MLT: Terjadi Lagi...

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Foto: Bisnis.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

BEKASI, NETRALNEWS.COM - Video yang merekam sejumlah orang memasang alat pengeras suara dan memutar musik tepat di depan bangunan yang digunakan para jemaat HKBP untuk beribadah masih menjadi pergunjingan warganet di sosial media.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut insiden itu terjadi di perumahan Kota Serang Baru, Jl Raya Cibarusah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Emil, sapaannya, menyatakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bekasi telah melakukan musyawarah bersama pihak-pihak terkait dan menghasilkan tujuh butir kesepakatan bersama.

Menanggapi hal itu, Akun @Mak Lambe Turah, Sabtu (19/9/2020) membagikan tautan dan cuitannya ditanggapi banyak netizen:

Mak Lambe Turah: Terjadi lagi. yang lagi hits baru mampur di lapak Mak...

Wijayanto Hioe:
1.Emang semua masjid ada izinnya ?
2. Klo ga ada izin, emang ada yg berani menutup masjid ?
3. Ini permasalahannya lebih ke :berani karena byk, takut krn sedikit

Poetri Poespitasari: Ya ampun,, seperti menyesal berganti gubernur dari pak Ganjar ke pak ini,, huhuhuhu mengecewakan

Nerrazzury Gato'th: Mulai dr masyarakat sampe pejabat ssh kyk Tuhan, ibadah sj harus mnta ijin, ini ibadah loh, bukan foya2 acara2 dunia. . Trus kiraw kalo acara2 duniawi gtu g mnta ijin ta??

Sebelumnya dilansir Cnnindonesia, terhadap insiden itu, Kang Emil mengajak masyarakat untuk saling menghormati keyakinan dan hak beribadah setiap orang.

"Hasil musyawarah mufakat oleh Muspida Kabupaten Bekasi terkait perselisihan kegiatan keagamaan di Kecamatan Cibarusah, Bekasi. Mari selalu hormati keyakinan dan hak beribadah setiap warga dan selalu gunakan musyawarah jika ada ketidaksepahaman, karena kita sepakat bahwa falsafah negara kita Pancasila," kata Emil lewat akun Twitter-nya, @ridwankamil, Kamis (17/9).

Emil membeberkan butir kesepakatan itu. Salah satunya, kata Emil, bahwa kegiatan ibadah di tempat yang digunakan oleh Gereja HKBP itu, dihentikan hingga pejabat berwenang mengeluarkan izin.

Menurutnya, proses pengurusan perizinan peribadatan HKBP akan diselesaikan dalam waktu 40 hari kerja dan dapat diperpanjang sebanyak dua kali.

"Kegiatan di tempat ibadah HKBP KSB Desa Wibawa Mulya, Kecamatan Cibarusah untuk dihentikan sampai keluar izin dari pejabat berwenang," bunyi salah satu butir kesepakatan yang diunggah Emil dalam bentuk foto.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan turut membenarkan insiden perselisihan kegiatan keagamaan di Perumahan Kota Serang Baru. Insiden itu terjadi pada Minggu (13/9).

Menurutnya, insiden itu sudah diselesaikan di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Hendra mengatakan tidak ada aksi anarkis.

Kata dia, penghalangan sejumlah warga terhadap peribadatan jemaat HKBP itu tidak disertai tindak kekerasan fisik ataupun verbal.

Dia menuturkan bangunan itu awalnya adalah rumah hunian yang diubah fungsinya menjadi tempat ibadah. Legalitas tempat itu untuk digunakan sebagai sarana beribadah belum terpenuhi.

Hendra menyebut sudah ada beberapa pertemuan antara pihak-pihak terkait untuk bermusyawarah, namun tidak ada titik temu.

"Sementara belum ada titik temu, sudah ada perjanjian untuk tidak ada ibadah dulu di sana, tapi dari teman-teman Nasrani tetap mengadakan ibadah," ucap dia.

Editor : Taat Ujianto