• News

  • Peristiwa

Warga Penghuni Klaster Magnolia di Perumahan Modernhill Resah, Ini Penyebabnya

Warga penghuni Klaster Magnolia dibuat resah dengan kondisi turap dinding pembatas yang ambrol.
Istimewa
Warga penghuni Klaster Magnolia dibuat resah dengan kondisi turap dinding pembatas yang ambrol.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah warga penghuni perumahan Modernhill Klaster Magnolia, kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten dibuat resah dengan kondisi turap dinding pembatas yang ambrol akibat longsornya tanah di sekitar turap.

Menurut Daniel, salah seorang tokoh warga Klaster Magnolia, insiden longsor sudah terjadi tiga kali sejak tahun 2019 lalu.

"Saat kejadian longsor pada 2019, sempat diperbaiki. Namun pada 1 Januari 2020 terjadi longsor lagi karena perbaikan sebelumnya terkesan asal-asalan. Material longsoran menutup seluruh jalan sampai mengenai rumah warga, sehingga kendaraan tidak bisa keluar, dan dibersihkan dengan tidak benar sehingga warga melakukan komplain kedua kalinya untuk membersihkan sampai setengah jalan bisa dilewati. Yang terakhir, longsor terjadi pada 15 September 2020 juga menutup bahu jalan," ujar Daniel saat ditemui wartawan di lokasi terjadinya longsor, Sabtu (19/9/2020) sore.

Daniel menambahkan, kondisi tersebut sangat membahayakan bagi warga penghuni, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi tembok yang longsor. Terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan.

"Dikhawatirkan jika terjadi hujan deras akan terjadi longsor susulan, ini sangat berbahaya sekali," ucapnya.

Untuk itu Daniel bersama warga Klaster Magnolia meminta agar pihak developer segera turun tangan untuk mengatasi keresahan yang selama ini terjadi akibat longsornya dinding pembatas.

"Kami sebagai warga penghuni perumahan berharap pihak pengembang memberi perhatian khusus untuk segera membenahi sekaligus memperbaiki tembok yang ambrol tersebut. Developer jangan tinggal diam, kami komplain keras karena peristiwa ini sudah ketiga kalinya terjadi. Jangan sampai timbul masalah baru akibat tidak adanya respon dari pihak pengembang," tegasnya mewakili warga.

Daniel menegaskan, ketidaknyamanan warga klaster Magnolia saat ini bisa menimbulkan potensi konflik baik dengan masyarakat di luar tembok pembatas maupun dengan pihak manajemen pengembang.

"Jangan sampai warga Magnolia hilang kesabaran dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dengan mendatangi kantor pemasaran Modernhill," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Warga Klaster Magnolia Aris Susanto mengatakan, robohnya tembok pembatas juga membuat kenyamanan dan keamanan penghuni perumahan terganggu.

"Modernhill seharusnya concern dengan cluster yang baru ini, Sangat disayangkan ada beberapa kejadian yang membuat kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman," ujarnya.

Editor : Nazaruli