• News

  • Peristiwa

PDIP Ngotot Pilkada Tak Bisa Ditunda, Tokoh Papua: PSBB Anies Ditolak, Maunya Apa?

Christ Wamea, tokoh Papua.
twitter
Christ Wamea, tokoh Papua.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Papua, Christ Wamea mengaku heran dengan sikap PDIP yang tetap ngotot melanjutkan Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya PDIP juga menolak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Padahal kata dia, pemberlakuan PSBB tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Hasto: Apapun yang Terjadi, Pilkada Serentak 2020 Tak Bisa Ditunda. PSBB yg diberlakukan olh Gubernur DKI utk mencegah penyebaran Covid-19 pun ditolak. Partai ini maunya apa?" tanya Christ dalam akunnya @ChristWamea.

Sebelumnya, meskipun ancaman pandemi Covid-19 masih meningkat, tetapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 tak bisa ditunda.

Pernyataan itu sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2020).

Menurut Hasto, Pilkada serentak 2020 tak bisa ditunda walaupun pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Hasto mengatakan, di tengah pandemi ini setiap pemimpin harus mendapat mandat dari rakyatnya agar menjalankan roda pemerintahan dengan legalitas yang sah.

“Penundaan pilkada di tengah pandemi akan menciptakan ketidakpastian baru, mengingat kepala daerah akan berakhir pada Februari,” ujar Hasto, Minggu.

Ia menilai, sampai saat ini belum ada kepastian kapan berakhirnya pandemi Covid-19 beserta dampak yang mengikutinya.

Karena itu, kata Hasto, apabila Pilkada ditunda, maka kepala daerah harus diisi oleh pelaksana tugas.

Sementara di dalam masa kritis tidak boleh ada jabatan politik yang diisi Plt.

“Harus memiliki legitimasi dan legalitas kuat dari rakyat. Maka Pilkada yang dijalankan pada 9 Desember ini justru memberikan kepastian agar adanya pemimpin yang kuat, adanya pemimpin-pemimpin yang punya program pencegahan Covid yang kemudian dipilih rakyat,” tutur Hasto.

Hasto melanjutkan, para calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada 2020 dinilai sudah paham prioritas penanganan pandemi Covid-19 jika terpilih.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P