• News

  • Peristiwa

Gubernur Kalsel: Saya akan Cabut Izin RS yang Covid-Kan Warga Saya

Gubenur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.
Pemprov Kalsel.
Gubenur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

JAKARTA, BETRALNEWS.COM - Gubenur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor paparkan keadaan dan upaya pengendalian Covid-19 di wilayahnya. Dia ungkap, berdasarkan laporan dari dokter-dokter di Rumah Sakit (RS), pasien yang tidak bisa disembuhkan adalah yang telat di bawa ke Rumah Sakit. 

Kata dia, masyarakat takut di Covid-kan. Pasalnya beredar isu di Covid- Covid kan dan isu bohong atau hoax tersebut telah menelan banyak korban jiwa.

"Saya akan mencabut izin Rumah Sakit yang meng-Covid kan warga saya. Saya ingin semua warga percaya dengan dokter agar selamat semua," kata Gubernur seperti dalam keterangan tertulis yang Netralnews terima, Senin (21/9/2020).

Pernyataan disampaikan saat Gubenur  menerima kunjungan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kesehatan (Menkes) Mariya Mubarika beserta rombongan yang ditugaskan dalam “Taks Force Tim IX” pengendalian pandemi Covid-19 pada provinsi angka kejadian tertinggi di Hotel Ratan Inn pada 17 September 2020 lalu.

Menurutnya, di era post truth, mengendalikan isu adalah bagian dari perlindungan untuk masyarakat. Maka dari itu kepercayaan masyarakat harus dibangun untuk membendung isu tersebut.

Sebagai informasi, dalam diskusi dengan Stafsus Menkes selama kurang lebih satu jam, dibicarakan situasi terkini dan bagaimana exit strategi terbaru yang update dengan perkembangan science dan teknologi terbaru.  

Diskusi juga dihadiri kepala dinas kesehatan provinsi, kepala BTKL, Direktur Poltekes Kemenkes RI Banjarmasin.

Gubenur menyampaikan, bahwa cluster terbesar di Kalimantan Selatan berasal kasus ribuan dari cluster Gowa. Kasus itu mendadak dan jumlah nya tidak sedikit, oleh karena itu di Kalimantan selatan, jumlah kasus Covid-19 menjadi cepat meningkat di awal.

Berkat koordinasi yang sinergis, saat ini teratasi dengan baik, kebutuhan logistik dan fasilitas terkait Covid-19 terpenuhi dengan cepat. Saat ini angka kejadian perharinya menurun, yang di rawat menurun dan angka kesembuhan tinggi.

"Kerja keras dokter-dokter di RS sakit juga sangat bermakna dengan menurunnya angka kematian pasien-pasien di ICU dan ini kami akan tingkatkan terus," kata Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi HM Muslim menjelaskan, di Kalimantan Selatan memang bebannya jauh lebih berat dari provinsi lain diawal pandemi di Indonesia. Pada masa awal belum siap sepenuh nya infrastruktur dan pengentahuan masyarakat Kalimantan Selatan terhadap Covid-19 sudah mendapatkan imported case dari cluster Gowa sebanyak 1.000 lebih kasus dan dengan karakteristik yang terinfeksi sulit untuk menahan penularan.

Tetapi tantangan itu diselesaikan sebaik mungkin. Saat ini untuk pemeriksaan PCR yang awalnya harus merujuk ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta, sekarang sudah ada di 11 tempat dan akan ditambah lagi di 2 tempat menjadi 13.

Kamar rawat isolasi dan ICU juga kini dikembangkan terus beserta peralatan-peralatan yang dibutuhkan. Selain itu SDM Kesehatan diatur agar tidak terjadi kelelahan yang berat yang akhirnya akan menimbulkan masalah kesehatan. 

Gubenur juga menyampaikan peran serta ibu-ibu PKK juga tidak lelah-lelah nya turun ke masyarakat mengadakan kegiatan “gebrak masker”. 

"Kami juga membuat kampung tangguh, dan mulai mengaktifkan punishment untuk meningkatkan kepatuhan bersama TNI Polri dalam operasi yustisia," tegas Gubernur.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P