• News

  • Peristiwa

Dulu Gatot Sebut Isu PKI untuk Adu Domba, MLT: Kala itu... Otakku Belum Buntu

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Foto: dok Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menjelang peringatan Tragedi 30 September tahun 1965, isu kebangkitan PKI kembali mencuat.

Salah satunya tercermin dari pernyataan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Gatot yang mengungkit dan mengaitkan pergantian dirinya sebagai Panglima TNI gegera dahulu ia memerintahkan publik menonton film G30S/PKI.

Di sisi lain, di tahun 2016, justru Gatot yang kala itu masih menjabat Panglima TNI mengingatkan agar waspada bahwa isu PKI sengaja dihembuskan pihak tertentu untuk mengadu domba.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Kamis (24/9/20) ikut mengunggah pernyataan Gatot kala itu dan membuat cuitan:

Kala itu...
Otakku belum buntu
cari duit jadi binatu
dari pintu ke pintu
Skr aku ingin jadi ratu
Sudah ada donatur mencatu
Mohon doa restu

Waspada adu domba

Tahun 2016 silam, Gatot pernah mengingatkan bahwa warga dihimbau waspada tentang isu kebangkitan PKI yang mencuat. Ia  meminta masyarakat tidak terprovokasi dan tidak mudah terpancing adu domba.

"Kan sudah disampaikan, bisa jadi itu adu domba kan," kata Gatot di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Gatot menegaskan, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Dia mengingatkan, jangan sampai peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada masa lalu justru memecah belah bangsa menjadi dua kelompok dan saling membunuh saat ini.

"Jadi  yang dilakukan kita semuanya adalah mari kita wujudkan persatuan. Itu sudah masa lalu, masa lalu sebagai peringatan, jangan sampai terjadi lagi di masa kini," ujarnya.

Namun begitu, lanjut Gatot, pemakaian dan penghinaan atribut PKI tetap ditindak karena melanggar Undang undang TAP MPR nomor 25 tahun 1966 dan UU nomor 27 tahun 1999.

"Enggak hanya TNI, siapapun juga, masyarakat apabila melihat pelanggaran dan dia diam, ada pasalnya. Masyarakat saja ada pasalnya, apalagi prajurit-prajurit saya, apalagi Polri," urainya.

"Tapi prosesnya adalah berpulang lagi pada Polri. Kita tangkap, kita serahkan ke Polri untuk diproses hukum lebih lanjut karena itu melanggar hukum," tutupnya.

Sebut dicopot gegara nobar

Baru-baru ini, Gatot mengaitkan pergantian dirinya sebagai Panglima TNI dan perintah menonton film G30S/PKI. Menurutnya, ada salah seorang politikus PDIP yang mengingatkannya agar tidak melanjutkan perintahnya untuk menonton film G30S/PKI.

Namun, peringatan itu tidak didengar oleh Gatot dan tetap melanjutkan pemutaran film G30S/PKI. Hal itu Gatot ungkapkan dalam sebuah channel YouTube seperti dikutip Rabu (23/9/2020).

"Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot saat bicara di channel Youtube Hersubeno Point.

"Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," ujar Gatot.

Terpisah, Politikus PDIP, Effendi Simbolon pun menepis pernyataan Gatot yang menyebut ada anggota PDIP yang mewanti-wanti peringatan akan diganti sebagai Panglima TNI. Effendi mengatakan pergantian pucuk pimpinan TNI merupakan hal yang wajar. Apalagi, saat itu, Gatot memasuki masa purnabakti.

"Enggaklah, enggaklah, kitakan enggak punya penilaian yang subjektif seperti itu, bahwa beliau proses pergantian, proses pergantian itukan proses memang hal yang lumrah karena sudah memasuki masa jelang masa purnabakti ya," kata Effendi di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/20).

Editor : Taat Ujianto