• News

  • Peristiwa

Benny Tjokro Terpapar COVID-19, Sidang Ditunda

Positif COVID-19, sidang Benny Tjokro ditunda.
Law
Positif COVID-19, sidang Benny Tjokro ditunda.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terpidana kasus Jiwasraya Benny Tjokro postiif Covid-19 sehingga sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Ditunda.

Kabar tersebut diketahui sebelum sidang dibuka di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2020). Benny Tjokro saat ini dirawat di RS Adhyaksa.

Ketua Majelis Hakim Rosmina mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar secara langsung tim dokter yang merawat Benny Tjokrosaputro. Penundaan sidang belum tahu bakal dilakukan hingga kapan.

Oleh karena itulah, Hakim menunda sidang tersebut dengan waktu yang tidak bisa ditentukan. Mengingat, Benny Tjodkro terpapar virus corona.

"Jadi, kami setelah mendengar penjelasan dari dokter dan setelah musyawarah ternyata kami menahan terdakwa Benny di Rutan Kejagung. Namun, dengan penjelasan ini terdakwa sedang berada di RS dan terkonfirmasi virus Covid. Oleh karenanya, kami berpendapat kami tidak bisa menyidangkan, karena itu sudah melanggar hak asasi kalau menyidangkannya. Dan kami minta penuntut umum untuk segera mengajukan surat untuk dibantarkan supaya kami punya dasar untuk membantar," ujar Hakim, dilansir dari laman Bisnis, Kamis, (24/9/2020).

Tak hanya Benny Tjokro saja, sidang terhadap Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat juga ikut ditunda. Hal ini dikarenakan dirinya sedang dirawat di RS Adhyaksa.

"Jadi terdakwa Heru sudah kita bantar artinya dia nyata secara hukum dianggap sakit, sehingga orang sakit sudah pasti enggak bisa ikut sidang. Jadi, untuk saudara Heru kita nyatakan tidak bisa diikutkan," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Benny Tjodkro dan Heru memohon agar keduanya itu dirawat di rumah sakit yang berbeda. Menurutnya, Heru mempunyai penyakit bawaan yakni jantung sehingga perlu dirawat khusus.

"Kami sependapat dengan majelis dan kami terima kasih. Kemudian sesuai syarat kami, kami mohon agar dipindahkan ke RS lain," ujar kuasa hukum.

"Kami akan pikirkan tingkat kesembuhan dan lain-lain. Sampai saat ini kami belum bisa izinkan pindah RS," jawab Hakim.
Meski menunda sidang terhadap Benny Tjodkro dan Heru. Majelis Hakim tetap melaksanakan sidang tersebut, karena Jaksa akan membacakan tuntutan pidana untuk perkara Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

 

 

Editor : Sulha Handayani