• News

  • Peristiwa

Awal Masa Jabatannya Sebagai Panglima TNI, Jenderal Gatot Tak Bicara Bahaya PKI

 Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim.
Twitter
Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim ikut berkomentar soal polemik pernyataan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo soal isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Rustam, di awal masa jabatannya sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo tidak pernah bicara bahaya PKI. Pun, pergantian Gatot dari pucuk pimpinan TNI tidak ada kaitannya dengan pemutaran film G30S/PKI.

"Ketika Jenderal Gatot Nurmantyo diangkat Presiden @jokowi sebagai Panglima TNI (2015) menggantikan Jenderal Moeldoko saya termasuk yang heran. Karena secara giliran harusnya dari TNI-AU. Tapi saya pikir sebagai Presiden baru, waktu itu Jokowi sangat mempercayai Jenderal Gatot," tulis Rustam di akun Twitternya, Kamis (24/9/2020).

"Seingat saya, diawal masa jabatannya sebagai Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak pernah bicara bahaya PKI. Penggantian Jenderal Gatot (2017) kesan saya tidak ada hubungannya dengan pemutaran film G30S/PKI, tapi memang sudah menjelang masa pensiun; waktu itu Gatot sudah berumur 57 tahun," ungkap @RustamIbrahim.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo mengaku bahwa dia telah mengendus bangkitnya PKI gaya baru sejak 2008. Meski demikian, ia tidak bisa blak-blakan menyampaikan informasi itu ke publik.

"Saya mengamati tentang kemungkinan- kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia gaya baru. Ini diawali sejak 2008," ujar Gatot dikutip dari akun Youtube Hersubeno Point, Rabu (23/9/2020).

"Saya memaksakan membungkus semua gerakan ini dengan proxy war, karena belum saatnya saya membuka gerakan mereka. Gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tetapi dirasakan bisa," ujarnya.

Menurut Gatot, salah satu indikasi bangkitnya PKI gaya baru, yakni seluruh mata pelajaran di sekolah dan semua strata tingkatan pendidikan menghapuskan sejarah kelam tentang peristiwa G30S/PKI.

“Ini sesuatu hal yang sangat berbahaya karena kalau yang paling junior adalah kelas enam SD, maka merka yang duduk di universitas saat ini mereka tidak pernah mengenyam pelajarn tersebut," ujarnya.

Dalam video tersebut, Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini juga menyebut jika ia dipecat dari Panglima TNI pada 2017 lalu karena ada kaitan dengan imbauannya menonton film G30S/PKI.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, menyampaikan 'Pak Gatot hentikan itu (imbauan nonton film G30S/PKI). Kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti.' Saya bilang terimakasih, Tapi saya gas, karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti," ungkap Gatot.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani