• News

  • Peristiwa

DS Sebut Pengakuan Gatot Dipecat Gara-gara Nobar G30S/PKI Narasi Pamungkas untuk 2024

Denny Siregar, pegiat media sosial.
Facebook Denny Siregar
Denny Siregar, pegiat media sosial.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menyatakan pernyataan Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo yang dipecat lantaran mengintruksikan jajaran untuk nonton film G30S/PKI, merupakan narasi mencari dukungan dalam Pilpres 2024.

"Sebenarnya, narasi dipecat krn nobar PKI itu narasi pamungkas, spy timbul simpati rakyat dan dukungan menguat. Modal dilamar partai di 2024," kata Denny melalui akun Twitter, @Dennysiregar7.

Denny pun mengingatkan Gatot jika saat ini era kepemimpinan Jokowi yang memiliki popularitas lebih kuat dari dirinya. Menurutnya jika politik seperti ini dilakukan saat era SBY dapat berbeda hasilnya.

"Tapi doi lupa, ini masih era @jokowi yg popularitasnya jauh Ibh kuat. Mungkin kalo dilakukan di masa @SBYudhoyono bisa beda hasilnya," lanjut dia.

Sebelumnya, Panglima TNI periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebuat saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti," kata Gatot di akun channel Youtube Hersubeno Arief, Selasa (22/9/2020).

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P