• News

  • Peristiwa

Politisi PKS Sentil Luhut soal Kasus Covid-19 DKI Tinggi, FH: Netty Tampak Sedang Linglung

Ferdinand Hutahaean, politisi Partai Demokrat.
Twitter ILC
Ferdinand Hutahaean, politisi Partai Demokrat.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Anggota Komisi IX Netty Prasetiyani Aher terkait kinerja Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjait mengingat kasus Covid-19 di Jakarta yang kembali tinggi.

Ferdinand menilai politisi PKS tersebut sedang linglung. Bahkan Ferdinand menuding Netty tengah membangun narasi guna mengelabui kegagalan Gubernur DKI Anies Baswedan dengan menuding Menteri Luhut atas penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Anggota Komisi IX Netty Prasetiyani Aher ini tampaknya sedang linglung mencari narasi utk mengelabui mata publik atas kegagalan Gubernur Anies Baswedan di Jakarta sehingga langsung menyasar Luhut dgn pertanyaan tak cerdas. Miskin literasi tahan diri bu," kata Ferdinand dalam akun Twitter pribadinya.

Sebelumnya Anggota Komisi IX Netty Prasetiyani Aher meminta Pemerintah Pusat turun tangan bantu DKI Jakarta menangani Pandemi Covid-19.

Pasalnya, kasus Covid-19 per 23 September di DKI Jakarta kembali menembus rekor dengan 4.465 kasus, sehingga total keseluruhan 257.388 orang.

Demikian disampaikan oleh Politisi PKS itu melalui keterangannya kepada PojokSatu.id di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

“Pemerintah Pusat harus turun tangan membantu DKI, jangan hanya berkomentar, bantu atasi kurangnya fasilitas kesehatan baik berupa ambulance, ruang isolasi, tenaga kesehatan hingga ketersediaan alat dan bahan,” ujar Netty.

Netty pun menanyakan terkait kinerja Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan selaku penanggungjawab sembilan provinsi dalam menekan pertumbuhan kasus Covid-19.

“Apa langkah yang sudah diambil Menko Kemaritiman dan Investasi selaku penanggungjawab sembilan provinsi dalam menekan pertumbuhan kasus?,” tuturnya, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, bahwa ini waktu yang tepat pemerintah pusat mendukung dengan langkah konkret, tinggalkan ego kepemimpinan dan satukan langkah menghadapi pandemi. Ibukota adalah pertaruhan.

“DKI sudah berjibaku sejak awal pandemi dengan peta jalan yang cukup baik, mulai dari penetapan PSBB, masa transisi hingga akhirnya kembali PSBB total, meski sempat silang pendapat,” ungkapnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P