• News

  • Peristiwa

Lieus Sungkharisma Dukung Pernyataan Gatot Nurmantyo Soal PKI

Lieus Sungkharisma dukung pernyataan Gatot Nurmantyo soal PKI
News
Lieus Sungkharisma dukung pernyataan Gatot Nurmantyo soal PKI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tentang kebangkitan PKI dalam akun YouTube Hersubeno Point, mendapat reaksi positif dari sejumlah pihak, salah satunya dari Koordinator Forum Rakyat yang juga kader Bela Negara, Lieus Sungkharisma.

“Saya sepenuhnya mendukung apa yang disampaikan pak Gatot itu," kata Lieus dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Minggu (27/9/2020).

Lieus mengatakan, mengingat PKI masih merupakan bahaya laten di Indonesia, maka apa yang disampaikan Jenderal Gatot itu perlu dicermati dan didukung semua rakyat Indonesia.

"Benar, PKI sebagai organisasi memang sudah tidak ada di negeri ini. Tapi paham komunis masih banyak bertebaran. PKI masih sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurut Lieus, terlepas dari apakah Jenderal Gatot Nurmantyo “dicopot” sebagai Panglima TNI karena menyampaikan pandangan terkait PKI itu, baginya sejumlah peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini semakin menunjukkan bahwa PKI belum benar-benar mati meski organisasinya sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. 

Karena itu, sebagai kader Bela Negara, Lieus sangat setuju dengan ajakan Gatot Nurmantyo agar rakyat Indonesia selalu menonton film G30S/PKI.

“Dengan menonton film itu, rakyat jadi tau kekejaman yang pernah dilakukan PKI dan bahayanya jika paham komunis dibiarkan berkembang di negara ini. Sebab, apapun kemasannya, paham komunis itu sangat bertentangan Pancasila dan UUD 1945,” tegas Lieus.

Lieus menyebut, mewaspadai dan mengingatkan rakyat akan bangkitnya kembali komunisme di Indonesia sangat perlu dilakukan dan tidak melanggar UU.

"Setiap warga negara berkewajiban untuk saling mengingatkan demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani