• News

  • Peristiwa

Penghadang KAMI Dituding Bayaran, MLT: Ikan Hiu Habis Aborsi, Pak Gatot Jangan Esmosi

Ratusan orang hadang acara KAMI di Surabaya
Foto: Suara Jatim
Ratusan orang hadang acara KAMI di Surabaya

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Massa Surabaya Adalah Kita yang menghadang Anggota KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya dituding Gatot Nurmantyo adalah demonstran bayaran.

Koordinator Lapangan Surabaya adalah Kita Edi Firmanto membantah bahwa massa yang ada di Gedung Juang 45 Surabaya adalah demonstran bayaran.

"Saya Korlapnya. Suruh ngomong ke depan saya kalau ngomong gitu. Temui saya. Ngawur itu, kok bisa ngomong bayaran," terangnya.

Menanggapi pernyataan Korlap demonstran Surabaya yang keras, akun FB @Mak Lambe Turah, Senin (28/9/20) membuat cuitan:

Wiihh ada JPKP yaa ikut serta mengadang...mangstapp
Dulu JPKP hanya kecil2an skr wah sudah berkembang yaa...
salam buat semua personel JPKP khususnya bung Maret Sueken
Tetap siap melayani rakyat

Apdetan yang tadi gaes
IKAN HIU HABIS ABORSI
Pak gatot jangan esmosi

Sebelumnya dilansir Detik.com, Korlap Demonstrasi Surabaya Edi menilai omongan Gatot soal demonstran bayaran salah. Apalagi, demonstran yang datang sesuai hati nurani untuk menyelamatkan NKRI.

"Saya sakit hati. Itu gak bayaran. Kalau memang berani ngomong gitu, datangi rumah saya si Gatot. Itu hati nurani. KAMI itu membuat kisruh dan makar," tegasnya.

Edi menambahkan bila tujuan Gatot di KAMI untuk berpolitik, lebih baik menunggu momen politik di tahun 2023-2024.

"Saya menolak KAMI tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di seluruh Indonesia. Kalau mau berpolitik ya nunggu tahun politik, jangan bikin kisruh," imbuhnya.

Diketahui, massa dari Surabaya adalah Kita merupakan gabungan perwakilan dari ormas yang ada di Surabaya dan Jawa Timur. Seperti Bara JP Jatim, Maluku 1 Rasa (M1R), FORSATU (Forum Surabaya Bersatu), JPKP Nasional.

Sebelumnya diberitakan,  Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur batal digelar di Gedung Juang 45 Surabaya. Acara tersebut mendapat penolakan dari massa Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Massa demo dan memblokade pintu masuk Gedung Juang 45. Salah satu deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo menyebut, demonstran yang menghalangi acara KAMI Jatim merupakan demonstran bayaran.

"Saya mengimbau KAMI, bahwa kita harus bersyukur. Karena yang demo di sana karena kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran ya diterima," kata Gatot di Masjid Assalam Puri Mas Surabaya, Senin (28/9/2020).

Editor : Taat Ujianto