• News

  • Peristiwa

Diduga Kader PDIP Teriaki GN di Acara KAMI, CW: Apakah Persekusi Jadi Kebiasaan Partainya?

Tokoh Papua, Christ Wamea
Twitter
Tokoh Papua, Christ Wamea

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jenderal TNI (purnawirawan) Gatot Nurmantyo mengalami nasib nahas ketika membuat acara di Gedung Juang 45 Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Mantan Panglima TNI itu dikepung dan diusir dari Kota Pahlawan oleh massa mengatasnamakan Surabaya Adalah Kita. Tak hanya itu, massa yang memaki Gatot Nurmantyo dengan sebutan anj*ng.

Diketahui dalam foto yang diunggah oleh netizen, pria yang meneriaki Gatot bernama Kusnan alias Andrie Adikusumo. Diduga pria tersebut kader PDIP.

Terkait adanya persekusi yang dilakukan terhadap Gatot Nurmantyo dan KAMI, tokoh Papua Christ Wamea mengatakan, kader partai yang mengaku pancasilais jadi pelaku persekusi di Surabaya. Dia lantas mempertanyakan, apakah selama ini persekusi telah menjadi kebiasaan partai tersebut ?

"Kader partai yang ngaku paling pancasilais di Indonesia jadi persekusi di Surabaya. Apa selama ini kebiasaan persekusi telah mjd kebijakan partainya," kata Christ Wamea dalam akun Twitternya @ChristWamea.

Diketahui viral di sosial media foto yang dianggap orang yang bertanggung jawab atas perkataan yang memaki Gatot Nurtmantyo, disebutkan jika pria tersebut bernama Kusnan alias Andrie Adikusumo, dan memiliki usaha angkringan di Baladewa, Jembatan Merah, Surabaya.

Kusnan juga dikenal sebagai salah satu kader NU dan menjadi anggota partai PDIP.

Warganet berhasil menemukan akun Facebook milik Andrie Adikusumo. Di akun Facebook-nya, ada foto Andre memakai kaos Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Diketahui, Andrie Adikusumo tergabung dalam aktivis KAFIR (Koalisi Anti Fitnah Intoleran dan Radikalisme) yang menggelar aksi di Taman Bungkul Surabaya, Rabu (9/9/2020) lalu.

Mereka menolak rencana deklarasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) di kota surabaya dan jawa timur yang dinilai bisa merorong kewibawaan negara indonesia.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati