• News

  • Peristiwa

Rustam: Yang Tuduh PKI Bangkit Tanpa Data dan Bukti Sama Dengan Cara-cara PKI

Rustam Ibrahim, pengamat sosial dan politik.
Twitter Rustam Ibrahim
Rustam Ibrahim, pengamat sosial dan politik.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali ramai diperbincangkan jelang peringatan peristiwa pengkhianatan G30S/PKI. Isu tersebut digaungkan oleh sejumlah pihak dari bermacam latar belakang, mulai politisi, mantan jenderal hingga beberapa ormas.

Terkait hal itu, pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim berpendapat, menuduh adanya kebangkitan PKI tanpa didukung data dan bukti, maka hal tersebut sama seperti cara-cara yang dulu digunakan PKI dalam menuduh lawan politiknya. 

"Sebetulnya, kalau mau jujur, yang suka menuduh-nuduh adanya (kebangkitan) PKI tanpa data bukti, sama juga cara-cara PKI. 

Yakni, tujuan menghalalkan cara, the ends justify the means," tulis Rustam di akun Twitternya, Senin (28/9/2020). 

"Dulu PKI suka menuduh lawan-lawan politiknya dengan kata-kata "antek-antek nekolim, communist-phobia, 7 setan desa, dll," jelas @RustamIbrahim.

Selain itu, Rustam juga mengomentari adanya pihak yang menyerukan bahkan menuntut agar pemerintah dan lembaga penyiaran menayangkan film G30S/PKI.

Ia mengatakan, tidak ada masalah apabila ada yang mau menonton film G30S/PKI. Pun, jika ada stasiun TV yang mau menyiarkan film tersebut. 

"Sebetulnya, yang mau nonton film G30S/PKI silakan. Jika ada stasiun tv yang mau memutar film tersebut silakan," kata @RustamIbrahim.

Menurut Rustam, yang menjadi masalah adalah jika ada pihak yang memaksa untuk menayangkan film G30S/PKI, karena itu menunjukkan sikap otoriter seperti rezim Orde Baru. Ia menilai, pihak yang memaksakan kehendak itu bisa menjadi diktator jika berkuasa. 

"Tetapi jika ada yang memaksa agar film itu diputar, menunjukkan sikap otoriter, seperti rezim Orde Baru. Jika berkuasa bisa-bisa menjadi diktator," cuit @RustamIbrahim.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P