• News

  • Bisnis

Ternyata Inilah yang Dicari Warga Ukraina dari Indonesia

Indonesia akan ekspor Soda api ke Uraina.
Top Bisnis
Indonesia akan ekspor Soda api ke Uraina.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan memastikanPemerintah Ukraina telah menghentikan penyelidikan safeguard atas impor produk soda api(causticsoda).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, penghentian penyelidikan atas produk soda api ini membuka peluang ekspor produk-produk tersebut ke pasar Ukraina yang selama ini belum terjamah produsen/eksportir indonesia.

Penghentian penyelidikansafeguardtersebut telah dituangkan dalam notifikasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tanggal 16 September 2020. Pemerintah Ukraina menghentikan penyelidikan berdasarkan keputusan the Interdepartmental Commission for International Trade No. SP-462/2020/4411-03 tanggal 2 September 2020.

“Memastikan kelancaran akses ekspor produk Indonesia di pasar tujuan merupakanbagian dari komitmen kami dalam upaya meningkatkan ekspor, khususnya ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional. Peluang ekspor ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh produsen atau eksportir Indonesia,” jelas Mendag Agus dalam siaran persnya, Selasa, (30/9/2020).

Produk soda api adalah senyawa kimia yang bersifat basa dan dibuat dalam bentuk flake, pelet, atau granular.  Manfaat soda api pada industri antara lain untuk kebutuhan pembuatan bubur kertas dan kertas, tekstil, serta air minum. Selain itu, produk inijuga digunakan untuk proses pembuatan air aquadestdan aquabidest, sabun, deterjen, serta industri pembuatan kaca. Industri metalurgi dan pengolahan hasil tambang mineral logam, percetakan, serta industri pengolahan rumput laut diantaranya merupakan pemakai soda api dalam jumlah besar.

Otoritas Ukraina menginisiasi penyelidikan safeguard atasi mpor produk dimaksud pada 7 Februari 2020.

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag bekerja sama dengan KBRI Ukraina berpartisipasi aktif selama proses penyelidikan dengan menyampaikan pembelaansecara tertulis, serta memantau perkembangan penyelidikan secara intensif.

Direktur JenderalPerdagangan Luar Negeri Didi Sumedi meyakini upaya yang dilakukan jajaran Kemendag demi menjaga peluang ekspor produk Indonesia ke negara-negara nontradisionalakan membuahkan hasilpositif.

“Indonesia tidak berkontribusi terhadapkenaikan impor produksoda apidi Ukraina sehinggamemicu diinisiasinya investigasi safeguard. Kami yakinprodusen atau eksportir Indonesiaberpotensi masuk berkompetisi di pasar Ukraina,” tegas Didi.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menambahkan, Kemendag berkomitmen mengawal dan mengamankan akses pasar ekspor produk Indonesia guna mendorong ekspor ke negara nontradisional, termasuk Ukraina.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak negara yang menggunakan instrumen pengamanan perdagangan untuk melindungi pasar dalam negerinya. Kami berkomitmen mengawal dan mengamankan akses ekspor produk Indonesia, serta memastikan penyelidikan pengamanan perdagangan dilakukan secara adil dan transparan,” imbuh Pradnyawati.

Editor : Sulha Handayani