• News

  • Nasional

Megawati Sentil Sutiyoso dan Hendro Priyono

Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Indonesia
Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Indonesia


JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "Intelijen harus bekerja lebih baik. Karena zaman saya, intelijen itu gampang diketahui. Mudah-mudahan intelijen yang sekarang tidak seperti waktu jaman saya."

Hal itu dikatakan Megawati Soekarnoputri saat peluncuran buku berjudul Megawati Dalam Catatan Wartawan : Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Rabu (23/3/2016) malam.

Hadir pula di acara itu mantan Kepala BIN Hendro Priyono dan Kepala BIN Sutiyoso yang ikut-ikutan senyum mendengar bagian ceritera tentang "pengejaran" terhadap Megawati oleh penguasa Orde Baru, yang kemudian digulingkannya bersama gerakan Reformasi 1998.

"Saya pernah dikerangkeng intel di kamar saya. Itu intel saya lupa namanya. Mudah-mudahan bisa masuk televisi. Saya mau ketemu lagi, kangen," kata Megawati, tertawa kecil.

Presiden Kelima Indonesia ini berceritera, saat itu sedang berlangsung KLB di Surabaya. Ia dan rombongan menginap di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Ada skenario untuk menggagalkan kongres sehingga partai bisa diambil alih pemerintah.

"Di depan kamar saya itu yang isinya intel. Di atas kamar saya juga. Jadi kalau mau keluar intip dulu dari lubang pintu," ungkapnya disambut tertawa lepas peserta acara peluncuran buku.

Penulis : Dominikus Lewuk
Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi