• News

  • Nasional

RI Harus Peringatkan Tiongkok

Hikmahanto Juwana, Guru Besar UI
Hikmahanto Juwana, Guru Besar UI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meminta Pemerintah Indonesia untuk memperingatkan Tiongkok dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan dengan menegaskan Indonesia bisa menarik diri sebagai mediator yang jujur dalam sengketa di laut itu bila pemerintah Tiongkok kembali melanggar teritorial Indonesia.

"Pemerintah Indonesia juga harus memberikan peringatan kepada Pemerintah China agar kejadian serupa tidak terulang," kata Hikmahanto menyangkut insiden masuknya kapal penjaga pantai Tiongkok dan kapal berbendera Tiongkok KM Kway Fey 10078 di perairan Natuna, pada peluncuran sebuah buku di Jakarta, Jumat (25/3/2016).

Menurut dia, insiden yang terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di mana kapal berbendera Tiongkok yang sedang ditarik otoritas Indonesia (Kementerian Kelautan Kelautan dan Perikanan/KKP) ke wilayah laut teritorial kemudian kapal berbendera Tiongkok itu ditubruk oleh kapal penjaga pantai Tiongkok harus disikapi tegas oleh pemerintah Indonesia.

Hikmahanto menegaskan, alasan Tiongkok kapalnya menangkap ikan di perairan tradisional (traditional fishing ground) tidak dapat dibenarkan karena Konvensi Hukum Laut PBB tidak mengenal istilah itu, melainkan traditional fishing right.

"Ini pun diberlakukan atas wilayah tertentu yang disepakati antarnegara berdasarkan suatu perjanjian antarnegara. Sejauh ini Indonesia hanya mempunyai perjanjian tersebut dengan Malaysia, tidak dengan China," ujar Hikmahanto.

Ia menyayangkan Pemerintah Tiongkok justru melindungi kapal-kapal nelayan mereka yang mencuri ikan di wilayah laut Indonesia dan menyebut insiden ini akan mempengaruhi hubungan baik antara kedua negara.

"Bahkan pemerintah Indonesia dapat melakukan evaluasi atas kerja sama ekonomi kedua negara termasuk soal pembangunan infrastruktur dan dana pinjaman untuk itu. Dengan adanya kerja sama tersebut, China sangat diuntungkan," kata Hikmahanto.

Dia menegaskan Tiongkok membutuhkan Indonesia dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan mengingat tiongkok hanya sendirian.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antaranews