• News

  • Hukum

Gara-Gara Irman Sikap DPD Terbelah

Irman Gusman (beritajogja.co.id)
Irman Gusman (beritajogja.co.id)

Berita Terkait

JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Ketua DPD RI Irman Gusman tengah terbelit kasus suap gula impor. Saat ini senator asal Sumatera Barat tersebut tengah diperiksa oleh penyidik KPK sebagai tersangka.

Kasus yang dihadapi Irman tak dipungkiri mempengaruhi lembaga negara yang dipimpinnya. Sikap para anggota DPD pun terbelah. Hal ini diakui anggota DPD RI, Asri Anas dalam diskusi yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/10/2016).

"Sekarang mengapa DPD terbelah? Ada satu kubu katakan putusan BK (terkait Irman) final dan mengikat. Dan ada yang menyatakan bahwa putusan BK tidak final dan mengikat," kata Asri, Sabtu (1/10/2016).

Asri menuturkan, sebenarnya perdebatan menyikapi kasus Irman Gusman dan punishment terhadap yang bersangkutan sudah dimulai dari beda pendapat memahami tata tertib DPD.

Dikatakannya, pada saat Irman ditetapkan sebagai tersangka semua orang berlomba-lomba mencari tata tertib DPD.

"Tatib DPD itu sendiri ada dua ada yang tahun 2014 dan revisinya tahun 2016. Tatib tersebut menyatakan bahwa Ketua atau alat kelengkapan yang ditetapkan jadi tersangka harus mundur dari jabatannya, tapi di tatib baru tidak dijelaskan seseorang tersangka terkait rehabilitasi apabila menang dalam praperadilan," ujarnya.

Semua ketua maupun anggota, kata dia sepakat untuk bersama-sama memerangi korupsi yang terjadi di negeri ini. DPD dan KPK menurutnya sudah melakukan agreement bersama untuk memberantaskk korupsi.

"Tapi untuk yang memberikan jaminan kepada Irman Gusman adalah hal yang tidak melanggar KUHAP, itu personal. Jadi jangan ada pandangan bahwa kita memihak korupsi," tuturnya.

Irman Gusman ditetapkan sebagai tersangka pada 17 September 2016. Irman diduga menerima Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi, untuk pemberian rekomendasi Badan Urusan Logistik agar menambah kuota gula untuk perusahaan itu.

Penetapan tersangka terhadap Irman Gusman diduga erat melibatkan pejabat dari Bulog. Laode menilai ada kemungkinan bisa menyeret pihak Bulog apabila ada bukti yang mengarah ke keterlibatan pejabat Bulog dalam kasus tersebut.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Hila Japi

Apa Reaksi Anda?