• News

  • Nasional

Tito: Penanganan Terorisme Tugas Tersulit

Tito Karnavian, Kepala BNPT
pulaubunga
Tito Karnavian, Kepala BNPT

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Tito Karnavian menilai, upaya pencegahan dan penanganan tindak terorisme merupakan tugas tersulit yang harus ditangani aparat penegak hukum di Indonesia.

"Saya hampir 30 tahun berdinas di kepolisian, menghadapi kelompok seperti ini yang paling sulit dibanding mengurus perampokan atau curanmor," ujar Tito saat ditemui di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi, Senin (4/4/2016).

Menurut dia, jaringan terorisme merupakan kelompok yang, paling tidak, berisi orang-orang terlatih, bersenjata dan memiliki ideologi ekstrem, sehingga penanganan kasusnya memiliki tingkat risiko sangat tinggi dibanding pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Oleh karena itu, lanjutnya, apa yang akan dialami aparat penegak hukum, polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat berhadapan dengan jaringan terorisme di lapangan akan memiliki situasi yang berbeda dibanding hanya menghadapi pelaku pencurian atau narkotika.

"Kalau itu kan motifnya sebatas ekonomi, tapi kalau jaringan terorisme sudah motif ideologi dan politik. Jadi, tidak heran kalau bertemu kita, mereka ya siap mati," tukas Tito.

Sehubungan dengan Operasi Tinombala yang bertujuan mengejar kelompok teroris Santoso di Poso, Tito mengisyaratkan bahwa penyelesaiannya tidak akan terlalu lama lagi.

"Saya baru pagi ini kembali dari sana. Setelah berdiskusi dengan para komandan di lapangan, saya kira ini tinggal menunggu waktu saja karena posisi Santoso sudah terdesak, logistik mau habis, senjatanya juga kurang lebih tinggal enam saja," ujar Tito.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antaranews