• News

  • Nasional

Penyidik Cyber Crime Polri Tengah Usut Isu Membanjirnya TKA Tiongkok

Ilustrasi - polisi siber sedang bertugas (patrolthailandphys)
Ilustrasi - polisi siber sedang bertugas (patrolthailandphys)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim Cyber Crime Bareskrim Polri tengah menelusuri seberapa jauh keakuratan akun yang memberitakan banjiran pekerja asal Tiongkok ke Indonesia.

"Penyidik Cyber Crime Polri sedang melangsungkan penelusurannya dan akan perkembangan hasilnya," kata Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Menurut Boy, jika berita tersebut "hoax atau bohong" maka itu merupakan sesuatu yang tidak baik, berkonotasi provokatif, dan bisa dikategorikan pelanggaran hukum.

"Terutama terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (2). Sehingga pelanggaran ini bisa jadi perkara hukum. Nah untuk memproses itu tidak bisa main panggil, main tuduh tetapi mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu," kata Boy.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membantah jumlah pekerja asal Tiongkok yang berada di Indonesia mencapai puluhan juta orang karena yang benar hanya sekitar 21 ribu orang.

"Banyak yang bersuara-bersuara Tiongkok yang masuk ke Indonesia 10 juta, 20 puluh juta. Itu yang menghitung kapan. Hitungan kita 21 ribu, sangat kecil sekali dibandingkan puluhan juta tadi," kata Jokowi saat Deklarasi Pemagangan Nasional di KIIC, Karawang, Jawa Barat pada Jumat (23/12/2016).

Menurut Presiden, masyarakat diharapkan tidak menyebarkan isu dengan data yang salah sehingga membuat gaduh nasional dan menambahkan kecil kemungkinan warga Tiongkok Hong Kong mau bekerja di Indonesia. Karena perbedaan jenjang gaji yang begitu besar antara Hong Kong dan Indonesia.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Hila Japi